<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Agama Islam</title>
	<atom:link href="http://amnan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://amnan.wordpress.com</link>
	<description>Belajar Agama Islam</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Dec 2011 20:50:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='amnan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Agama Islam</title>
		<link>http://amnan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://amnan.wordpress.com/osd.xml" title="Agama Islam" />
	<atom:link rel='hub' href='http://amnan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>: Masjid, tak hanya menjadi tempat beribadah</title>
		<link>http://amnan.wordpress.com/2010/11/22/masjid-tak-hanya-menjadi-tempat-beribadah/</link>
		<comments>http://amnan.wordpress.com/2010/11/22/masjid-tak-hanya-menjadi-tempat-beribadah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Nov 2010 22:41:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amnan.wordpress.com/2010/11/22/masjid-tak-hanya-menjadi-tempat-beribadah/</guid>
		<description><![CDATA[Heri Ruslan Sejatinya masjid tak hanya menjadi tempat beribadah bagi umat Islam . Menurut sejarawan J Pedersen dalam bukunya Arabic Book , pada masa keemasan Islam, masjid juga berfungsi sebagai pusat kegiatan intelektualitas. Di era kekhalifahan masjid merupakan tempat para sarjana dan ulama Muslim menyusun buku. &#34;Sebelum diterbitkan, seorang penulis atau ilmuwan harus mempresentasikan isi <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amnan.wordpress.com&amp;blog=3536810&amp;post=136&amp;subd=amnan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Heri Ruslan</strong></p>
<p>Sejatinya masjid tak hanya menjadi tempat beribadah bagi umat Islam . Menurut sejarawan J Pedersen dalam bukunya <em>Arabic Book</em> , pada masa keemasan Islam, masjid juga berfungsi sebagai pusat kegiatan intelektualitas. Di era kekhalifahan masjid merupakan tempat para sarjana dan ulama Muslim menyusun buku.</p>
<p>&quot;Sebelum diterbitkan, seorang penulis atau ilmuwan harus mempresentasikan isi bukunya kepada publik. Mereka melakukannya di masjid dengan cara dibaca atau didiktekan,&quot; papar cendekiawan Muslim, Ziauddin Sardar. Masjid dan perpustakaan pada zaman kejayaan Islam tak bisa dipisahkan. Sebab, masjid juga memalinkan peran yang penting lainnya, yakni sebagai perpustakaan.</p>
<p>Kehadiran perpustakaan di dunia Islam juga berasal dari aktivitas keilmuan yang digelar di rumah Allah SWT. Menurut Pedersen, pada masa itu masyarakat Muslim menyerahkan koleksi bukunya ke masjid untuk disimpan di <em>dar al-kutub</em>(perpustakaan).</p>
<p>Secara bahasa masjid berarti tempat sujud. Menurut Ensiklopedi Islam, masjid adalah suatu bangunan, gedung, atau suatu lingkungan yang berpagar sekelilingnya, didirikan secara khusus sebagai tempat beribadah kepada Allah SWT, khususnya untuk mengerjakan shalat. Istilah masjid berasal dari kata <em>sajada,</em> <em>yasjudu</em> yang berarti bersujud atau menyembah.</p>
<p>Masjid berukuran kecil juga disebut mushala atau surau. Selain tempat ibadah, masjid juga merupakan pusat kehidupan komunitas Muslim. Sejak dahulu, umat islam menggelar berbagai macam aktivitas di masjid, seperti perayaan hari besar, diskusi, kajian agama, ceramah, dan belajar agama. Dalam sejarah Islam, masjid turut memegang peranan dalam aktivitas sosial kemasyarakatan hingga kemiliteran.</p>
<p>Sepeninggal Rasulullah SAW, sejumlah pemimpin Musli berlomba-lomba mendirikan dan membangun masjid. Fungsi utama masjid yang saat ini mulai mengendur adalah sebagai tempat mendidik umat. Pada zaman dulu, di masjid anak-anak Muslim menimba ilmu agama. Bahkan, berawal dari masjid pula sejumlah universitas di era kejayaan Islam berawal.</p>
<p>Salah satunya adalah universitas tertua di dunia, yakni Universitas Al-Qarawiyyin (Jami&#8217;ah Al-Qarawiyyin) perguruan tinggi yang berada di kota Fez, Maroko &#8211; berawal dari masjid. Universitas pertama di dunia yang didirikan pada 859 M itu bermula dari aktivitas diskusi yang digelar masjid itu. Komunitas Qairawaniyyin masyarakat pendatang yang berasal dari Qairawan, Tunisia di kota Fez menggelar diskusi itu di emper Masjid Al-Qarawiyyin. Laiknya masjid yang lain, Al-Qarawiyyin tak sekedar berfungsi sebagai tempat beribadah belaka.</p>
<p>Umat Islam di kota Fez pada abad ke-9 M juga menjadikannya sebagai tempat untuk membahas perkembangan politik. Lambat-laun materi yang diajarkan dan dibahas dalam ajang diskusi itu berkembang mencakup berbagai bidang, tak cuma mengkaji Alquran dan Fikih saja.</p>
<p>Wacana yang dibahas dalam diskusi di emper Masjid Al-Qarawiyyin itu pun meluas hingga mengkaji tata bahasa, logika, kedokteran, matematika, astronomi, kimia, sejarah, geografi hingga musik. Beragam topik yang disajikan dengan berkualitas oleh para ilmuwan terkemuka akhirnya mampu membetot perhatian para pelajar dari berbagai belahan dunia.</p>
<p>Sejak itulah, aktivitas keilmuan di Masjid Al-Qarawiyyin berubah menjadi kegiatan keilmuan bertaraf perguruan tinggi. Demikianlah masjid berfungsi pada zaman keemasan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amnan.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amnan.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amnan.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amnan.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amnan.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amnan.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amnan.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amnan.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amnan.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amnan.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amnan.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amnan.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amnan.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amnan.wordpress.com/136/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amnan.wordpress.com&amp;blog=3536810&amp;post=136&amp;subd=amnan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amnan.wordpress.com/2010/11/22/masjid-tak-hanya-menjadi-tempat-beribadah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f35fa684fdaf6840f55d09cf3614dfc2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amnan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>: Mengenal Tiga Jenis Hati Manusia</title>
		<link>http://amnan.wordpress.com/2010/09/20/mengenal-tiga-jenis-hati-manusia/</link>
		<comments>http://amnan.wordpress.com/2010/09/20/mengenal-tiga-jenis-hati-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Sep 2010 02:40:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amnan.wordpress.com/2010/09/20/mengenal-tiga-jenis-hati-manusia/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Edi Muhtarom Hati secara fisik berarti organ badan berwarna kemerah-merahan di bagian kanan atas rongga perut. Gunanya untuk mengambil sari-sari makanan di dalam darah dan menghasilkan empedu yang berfungsi untuk mencerna lemak. Selama sari makanan yang diserapnya sehat, akan sehat pula fisik hati itu. Kemudian secara psikis, hati bisa bermakna sebagai sesuatu yang terkandung <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amnan.wordpress.com&amp;blog=3536810&amp;post=135&amp;subd=amnan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Edi Muhtarom</p>
<p>Hati secara fisik berarti organ badan berwarna kemerah-merahan di bagian kanan atas rongga perut. Gunanya untuk mengambil sari-sari makanan di dalam darah dan menghasilkan empedu yang berfungsi untuk mencerna lemak. Selama sari makanan yang diserapnya sehat, akan sehat pula fisik hati itu. Kemudian secara psikis, hati bisa bermakna sebagai sesuatu yang terkandung di dalam tubuh dan menjadi tempat segala perasaan batin; senang, sedih, suka, benci, sabar, dendam, rasa pengertian, dsb.</p>
<p>Suasana hati ( mood) itu dapat mempengaruhi perilaku atau penampilan diri. Hati yang senang akan menampakkan keceriaan, hati yang sedih akan menampakkan kemurungan, hati yang benci akan menampakkan kesinisan bahkan bengis, dsb. Di sinilah perlu bimbingan bagi psikis hati. Dienul Islam &#8211;yang mengajarkan pola hidup sehat untuk santapan jasmani dan pola hidup takwa sebagai santapan rohani&#8211; membagi hati ke dalam tiga jenis.</p>
<p>Pertama, qalbun mayyitatau hati yang mati. Refleksi dari hati yang mati adalah sifat sombong dan meremehkan kebenaran. Inilah perilaku yang tercermin pada orang kafir. Ketertutupan dan kekerasan hatinya tidak akan bisa menerima cahaya kebenaran Islam.</p>
<p>Jenis hati yang kedua adalah qalbun maridl. Inilah hati yang sakit. Merasa sedang mencari jalan selamat, tapi sebenarnya celaka. Misalnya, ibadah diwarnai bid&#8217;ah atau me-nyelewengkan ayat-ayat Alquran menjadi mantra untuk pemenuhan hawa nafsu belaka.</p>
<p>Sifat munafik termasuk hati yang sakit ini. Sebagaimana firman Allah, yang artinya: &#8221;Dan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata: &#8216;Kami telah beriman&#8217;. Tetapi apabila mereka kembali kepada setan-setan (para pemimpin) mereka, mereka berkata: &#8216;Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok&#8217;.&#8221; (QS Al-Baqarah [2]: 14).</p>
<p>Ketiga, qalbun salim atau hati yang selamat. Ia selalu condong pada kebenaran dengan hanya mengikuti ajaran Islam berdasarkan Alquran dan hadis. Firman Allah SWT, yang artinya: &#8221;Hanya ucapan orang-orang mukmin, yang apabila mereka diajak kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul memutuskan (perkara) di antara mereka, mereka berkata: &#8216;Kami mendengar dan kami taat&#8217;. Dan mereka itulah orangorang yang beruntung.&#8221; (QS An-Nur [24]: 51).</p>
<p>Dari uraian singkat di atas, mari kita introspeksi: di manakah posisi hati kita? Bertekadlah &#8216;pindah ke lain hati&#8217; atau &#8216;hijrah hati&#8217; &#8212; dari qalbun mayyitdan qalbun maridlke qalbun salim&#8211; untuk mendapat keridoan Allah SWT.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amnan.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amnan.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amnan.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amnan.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amnan.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amnan.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amnan.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amnan.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amnan.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amnan.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amnan.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amnan.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amnan.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amnan.wordpress.com/135/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amnan.wordpress.com&amp;blog=3536810&amp;post=135&amp;subd=amnan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amnan.wordpress.com/2010/09/20/mengenal-tiga-jenis-hati-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f35fa684fdaf6840f55d09cf3614dfc2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amnan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>: Adab I&#8217;tikaf</title>
		<link>http://amnan.wordpress.com/2010/08/28/adab-itikaf/</link>
		<comments>http://amnan.wordpress.com/2010/08/28/adab-itikaf/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 04:11:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amnan.wordpress.com/2010/08/28/adab-itikaf/</guid>
		<description><![CDATA[I&#8217;tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah sunah yang dicontohkan Rasulullah SAW Bulan suci Ramadhan 1431 H tak lama lagi akan memasuki 10 hari terakhir. Untuk mengisi hari-hari terakhir Ramadhan, Rasulullah SAW memilih untuk beri&#8217;tikaf di masjid. Diriwayatkan dari Aisyah RA, &#8221;Nabi SAW selalu beritikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hingga Allah mewafatkan beliau…&#8221; <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amnan.wordpress.com&amp;blog=3536810&amp;post=134&amp;subd=amnan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>I&#8217;tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah sunah yang dicontohkan Rasulullah SAW</strong></p>
<p>Bulan suci Ramadhan 1431 H tak lama lagi akan memasuki 10 hari terakhir. Untuk mengisi hari-hari terakhir Ramadhan, Rasulullah SAW memilih untuk beri&#8217;tikaf di masjid. Diriwayatkan dari Aisyah RA, &#8221;Nabi SAW selalu beritikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hingga Allah mewafatkan beliau…&#8221; (HR Bukhari-Muslim).</p>
<p>I&#8217;tikaf merupakan salah satu sunah Nabi SAW di bulan Ramadhan. Agar i&#8217;tikaf yang dilakukan berbuah terampuninya dosa-dosa yang telah dilakukan, seorang Muslim hendaknya menjaga dan memperhatikan adab-adab dan sunahnya. Lalu apa saja tata cara yang penting diperhatikan oleh seorang Muslim saat beri&#8217;tikaf?</p>
<p>Syekh Abdul Azis bin Fathi as-Sayyid Nada dalam kitabnya <em>Mausuu&#8217;atul Aadaab al-Islamiyah,</em> mengungkapkan beberapa adab yang perlu dijaga dan diperhatikan dalam beri&#8217;tikaf. Beberapa adab beri&#8217;tikaf itu antara lain:</p>
<p><strong>Pertama, niat yang benar.</strong><br />
Menurut Syekh Sayyid Nada, hendaklah seseorang meniatkan i&#8217;tikaf yang dilakukannya pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, semata-mata hanya untuk mengharapkan keridhaan Allah SWT dan menghidupkan sunah Rasulullah SAW.</p>
<p><strong>Kedua, I&#8217;tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.</strong><br />
Sebagaimana disebutkan di atas, i&#8217;tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah sunah yang dicontohkan Rasulullah SAW. &#8221;Boleh juga ber&#8217;tikaf di selain waktu itu, namun yang paling afdal adalah i&#8217;tikaf pada bulan Ramadhan,&#8221; papar Syekh Sayyid Nada.</p>
<p><strong>Ketiga, i&#8217;tikaf di Masjid Jami&#8217;.</strong><br />
Menurut Syekh Sayyid Nada, tidak sah seseorang beri&#8217;tikaf di rumahnya. &#8221;Bahkan, ia wajib ber&#8217;itikaf di masjid sebagaimana dicontohkan Nabi SAW,&#8221; ujar ulama terkemuka itu. Allah SWT berfirman dalam surah Albaqarah ayat 187, &#8221;…Janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu ber&#8217;itukaf dalam masjid…&#8221;</p>
<p>Berdasarkan ayat itu, kata Syekh Sayyid Nada, i&#8217;tikaf hanya boleh dilakukan di masjid. Bahkan, hendaknya di masjid jami&#8217;, sehingga ia tak terpaksa keluar untuk melaksanakan shalat Jumat.</p>
<p>Dari Aisyah RA, &#8221;Sunah bagi orang yang beri&#8217;tikaf adalah tak menjenguk orang sakit, tak menyaksikan jenazah, tak mendatangi wanita, tak menyetubuhinya, tidak keluar untuk sutu kepentingan kecuali yang memang harus dia lakukan, tak ber&#8217;tikaf kecuali puasa, dan tak beri&#8217;tikaf kecuali di masjid jami.&#8221; (HR Abu Dawud).</p>
<p><strong>Keempat, I&#8217;tikaf di dalam tenda atau kubah (semacam tenda) di masjid.</strong><br />
Menurut Syekh Sayyid Nada, i&#8217;tikaf di dalam tenda atau kubah akan membantu orang ber&#8217;itikaf untuk ber-<em>khalwat</em> dengan Rabbnya, bersendiri, dan tidak menyia-nyiakan waktu berbicara dengan orang lain. Hal itu, kata dia, dilakukan Rasulullah SAW.</p>
<p>Dari Aisyah RA, dia berkata, &#8221;Rasulullah jika ingin ber&#8217;itikaf, beliau mengerjakan shalat fajar kemudian masuk ke tempat i&#8217;tikafnya. Suatu kali beliau ingin beri&#8217;tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadahan, lalu Rasulullah SAW memerintahkan agar didirikan kemah, maka dipancangkanlahnya…&#8221; (HR Bukhari dan Muslim).</p>
<p><strong>Kelima, tak keluar masjid tanpa ada kepentingan darurat</strong>.<br />
Orang yang beri&#8217;tikaf hanya boleh keluar dari masjid untuk buang hajat atau keperluan mendesak lainnya. Hal itu berdasarkan hadis dari Aisyah yang telah disebutkan pada poin ketiga.</p>
<p><strong>Keenam, tak menyetubuhi istri atau mendatanginya. </strong><br />
Berdasarkan hadis dan surah Albaqarah ayat 187, orang yang beri&#8217;tikaf tak diperbolehkan menyetubuhi istrinya.</p>
<p><strong>Ketujuh, bersungguh-sungguh dalam beribadah dan tak menyia-nyiakan waktu</strong>.<br />
Bersungguh-sungguh dalam beribadah dan tak menyia-nyiakan waktu merupakan tujuan awal i&#8217;tikaf. Orang yang beri&#8217;tikaf hendaknya memfokuskan diri untuk beribadah dan mencari Lailatul Qadar yang dijanjikan dalam Alquran lebih baik dari seribu bulan.</p>
<p>Memasuki hari kesepuluh terakhir, Rasulullah SAW kian bersungguh-sungguh beribadah. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Bukhari-Muslim disebutkan, &#8221;Apabila telah masuk sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, Rasulullah SAW mengencangkan kain sarungnya, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.&#8221;</p>
<p>Menurut Syekh Sayyid Nada, yang dimaksud dengan mengencangkan kain sarung adalah bersungguh-sungguh dalam beribadah dan tak mendatangi istri-istrinya karena kesungguhan beliau dalam beribadah.</p>
<p>&#8221;Wajib atas seorang yang beri&#8217;tikaf agar memanfaatkan setiap waktu dan kesempatannya untuk beribadah, berdoa, merendahkan diri kepada Allah, membaca Alquran, emohon ampun, berzikir, mengerjakan shalat, bertafakur (berpikir), dan bertadabur (merenung).</p>
<p>&#8221;Dengan semua itu, orang yang beri&#8217;tikaf di sepuluh hari terakhir Ramadhan berhak mendapatkan janji Allah SWT dan pahala-Nya, yakni keluar dari tempat i&#8217;tikaf dalam keadaan diampuni dosa-dosanya,&#8221; papar Syekh Sayyid Nada. N heri ruslan/sumber:Ensiklopedi Adab Islam terbitan Pustaka Imam Asy-Syafi&#8217;i</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amnan.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amnan.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amnan.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amnan.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amnan.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amnan.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amnan.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amnan.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amnan.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amnan.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amnan.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amnan.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amnan.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amnan.wordpress.com/134/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amnan.wordpress.com&amp;blog=3536810&amp;post=134&amp;subd=amnan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amnan.wordpress.com/2010/08/28/adab-itikaf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f35fa684fdaf6840f55d09cf3614dfc2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amnan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>: Menggapai Derajat Mental Malaikat</title>
		<link>http://amnan.wordpress.com/2010/08/25/menggapai-derajat-mental-malaikat/</link>
		<comments>http://amnan.wordpress.com/2010/08/25/menggapai-derajat-mental-malaikat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 01:47:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amnan.wordpress.com/2010/08/25/menggapai-derajat-mental-malaikat/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Dr A Ilyas Ismail MA Ibadah puasa merupakan sarana latihan untuk pengembangan diri. Ulama besar dunia, Yusuf al-Qaradhawi, dalam bukunya Fiqh al-Shiyam, memandang puasa Ramadhan sebagai lembaga pendidikan par-excellent (madrasah mutamayyizah) yang dibuka oleh Allah SWT setiap tahun. Siapa yang mendaftar dan mengikuti “perkuliahan” dengan baik sesuai petunjuk Islam, ia akan lulus ujian dengan <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amnan.wordpress.com&amp;blog=3536810&amp;post=133&amp;subd=amnan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Dr A Ilyas Ismail MA</p>
<p>Ibadah puasa merupakan sarana latihan untuk pengembangan diri. Ulama besar dunia, Yusuf al-Qaradhawi, dalam bukunya Fiqh al-Shiyam, memandang puasa Ramadhan sebagai lembaga pendidikan par-excellent (madrasah mutamayyizah) yang dibuka oleh Allah SWT setiap tahun. Siapa yang mendaftar dan mengikuti “perkuliahan” dengan baik sesuai petunjuk Islam, ia akan lulus ujian dengan predikat “sukses besar”. Karena, tak ada keuntungan yang lebih besar ketimbang meraih ampunan Tuhan dan bebas dari siksa neraka.</p>
<p>Di antara hikmah paling penting ibadah puasa, bagi al-Qaradhawi, adalah pencucian atau peningkatan kualitas diri (tazkiyyat al-nafs). Puasa diharapkan dapat meninggikan kualitas jiwa dan mentalitas manusia sehingga ia menjadi manusia yang benar-benar tunduk dan menghambakan diri hanya kepada Allah SWT. Inilah potret manusia bertakwa yang ingin dicapai melalui ibadah puasa.</p>
<p>Dalam pemikiran Islam, jiwa atau mental (al-nafs) memiliki empat tingkatan mulai dari yang paling rendah hingga paling tinggi. Pertama, mental tumbuh-tumbuhan (nafs al-nabat). Wilayah kerja (domain) mental tumbuh-tumbuhan adalah makan dan minum. Manusia dengan mental ini tentu tidak dapat menjalankan ibadah puasa.</p>
<p>Kedua, jiwa binatang (nafs al-hayawan). Domain jiwa binatang adalah gerak, harakah (motion), memangsa, dan seksualitas. Jiwa binatang tidak mengenal rambu-rambu hukum. Yang kuat memangsa dan menerkam yang lemah. Inilah yang dinamakan hukum rimba. Manusia dengan mental ini juga tak dapat melaksanakan ibadah puasa.</p>
<p>Ketiga, jiwa manusia (nafs al-insan). Domain jiwa manusia adalah berpikir dan berprestasi. Jiwa ini jauh lebih tinggi dari dua jiwa terdahulu. Tapi, bukan tanpa kelemahan. Dalam berpikir dan mencapai prestasi, jiwa manusia sering diliputi penyakit sombong (kibr), serakah (al-thama`), serta dengki (al-hasad), dan iri hati (al-hiqd wa al-hasad).</p>
<p>Keempat, jiwa atau mental malaikat (nafs al-malakut). Domain mental ini adalah kebenaran dan kepatuhan yang tinggi kepada Allah SWT tanpa reserve. “Penjaganya ialah malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS Al-Tahrim [66]: 6).</p>
<p>Mental malakut, seperti dipaparkan di atas, merupakan mental yang paling tinggi. Ibadah puasa sesungguhnya dimaksudkan agar manusia memiliki semangat dan jiwa malakut ini. Ini tidak bermakna bahwa manusia harus bertransformasi (merubah bentuknya) menjadi malaikat. Tidak. Tapi, transformasi dalam arti peningkatan kualitas diri dengan semangat kebenaran (tahaqquq) dan pengabdian (ta`abbud) yang tinggi kepada Allah SWT. Wallahu a`lam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amnan.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amnan.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amnan.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amnan.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amnan.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amnan.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amnan.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amnan.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amnan.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amnan.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amnan.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amnan.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amnan.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amnan.wordpress.com/133/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amnan.wordpress.com&amp;blog=3536810&amp;post=133&amp;subd=amnan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amnan.wordpress.com/2010/08/25/menggapai-derajat-mental-malaikat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f35fa684fdaf6840f55d09cf3614dfc2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amnan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>: Berbagai Cara Mengajari Anak Puasa</title>
		<link>http://amnan.wordpress.com/2010/08/19/berbagai-cara-mengajari-anak-puasa/</link>
		<comments>http://amnan.wordpress.com/2010/08/19/berbagai-cara-mengajari-anak-puasa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 10:13:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amnan.wordpress.com/2010/08/19/berbagai-cara-mengajari-anak-puasa/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam jajaran 12 bulan setahun, Ramadhan adalah bulan paling penuh berkah, paling banyak menyimpan keutamaan, paling sarat dengan kandungan ibadah dan paling berlimpah keistimewaannya. Maka, bulan ini layak disebut dengan bulan yang penuh misteri dan keajaiban. Kalau menilik sisi-sisi keutamaannya, sebenarnya klimaks berbagai keajaiban itu berpangkal dari dua sisi terpenting: - Dari sisi keutamaan bulan <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amnan.wordpress.com&amp;blog=3536810&amp;post=132&amp;subd=amnan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam jajaran 12 bulan setahun, Ramadhan adalah bulan paling penuh berkah, paling banyak menyimpan keutamaan, paling sarat dengan kandungan ibadah dan paling berlimpah keistimewaannya. Maka, bulan ini layak disebut dengan bulan yang penuh misteri dan keajaiban.</p>
<p>Kalau menilik sisi-sisi keutamaannya, sebenarnya klimaks berbagai keajaiban itu berpangkal dari dua sisi terpenting:<br />
- Dari sisi keutamaan bulan Ramadhan itu sendiri.<br />
- Dari sisi berbagai jenis ibadah yang terkandung di dalamnya.<br />
- Di bulan Ramadhan inilah berkerumun beragam jenis ibadah, mulai dari puasa dan qiyamul lail atau shalat Tarawih, sebagai bagian terpentingnya, hingga ibadah-ibadah sunnah seperti Itikaf, banyak bersedekah, memberi makan sesama orang yang berbuka puasa, dan, masih banyak lagi ibadah-ibadah lain, yang diisyaratkan secara khusus, atau masuk dalam cakupan ibadah-ibadah yang disunnahkan.</p>
<p><strong>Butuh Pelatihan</strong></p>
<p>Untuk merengkuh pelbagai keistimewaan bulan Ramadhan, ada semacam pelatihan yang harus dilakukan setiap muslim dan muslimah. Menahan lapar dan dahaga secara apik dan nyaman, perlu pelatihan semenjak dini. Demikian juga, menjalankan ibadah-ibadah sunnah di bulan suci, seperti shalat Tarawih berjamaah, tak akan mudah dilalui secara indah dan menyenangkan, kecuali melalui pelatihan kejiwaan. Dan itu akan lebih optimal, bila sudah dibiasakan semenjak usia kanak-kanak.</p>
<p><em>Perintahkanlah anakmu shalat pada usia tujuh tahun. Dan pukullah mereka karena meninggalkannya pada usia sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidur mereka.</em>[Shahih Sunan Abu Dawud (466)]</p>
<p>Untuk menjadi ahli shalat, ternyata seorang mukmin harus mendapatkan pendidikan shalat secara amat dini. Di sini, peran serta orang tua amat menentukan jejak keberhasilan tersebut. Maka, demikian juga dengan berpuasa di bulan Ramadhan, atau ibadah-ibadah lain di bulan suci itu.</p>
<p>Orangtua, hendaklah membiasakan anak-anaknya untuk mengerjakan puasa. Hal itu untuk melatih mereka mengerjakan ibadah dengan baik. Umar rodhiyallohu anhu berkata kepada seorang yang mabuk pada bulan Ramadhan,<br />
Celaka engkau, anak-anak kami saja berpuasa! lalu Umar mencambuknya. [Diriwayatkan oleh al-Bukhaari juz II : 692]</p>
<p>Diriwayatkan dari Ibnu Sirin, Qatadah dan az-Zuhri bahwa mereka berpendapat, Anak-anak diperintahkan shalat apabila ia sudah dapat membedakan tangan kanan dan tangan kiri. Dan disuruh berpuasa apabila sudah mampu.</p>
<p>Itu terkait puasa. Demikian pula dengan shalat malam. Bulan Ramadhan disebut sebagai syahru shiyaam (bulan puasa) dan juga syahru qiyaam (bulan shalat malam). Karena, di bulan inilah kaum muslimin, tua maupun muda, berbondong-bondong melaksanakan shalat malam secara berjamaah, yaitu yang lebih dikenal dengan istilah shalat Tarawih.</p>
<p>Seperti puasa, kebiasaan shalat Tarawih berjamaah harus ditanamkan pada anak-anak, semenjak dini sekali. Bukan saja kebiasaan untuk menyelesaikan sekian belas rakaat shalat Tarawih hingga satu bulan penuh, tapi juga kebiasaan menikmati shalat tersebut.</p>
<p>Allah berfirman,<br />
<em>Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu,</em>(Al-Baqarah : 45)</p>
<p><strong>Bagaimana Melatih Anak-anak Berpuasa?</strong></p>
<p>Bila semenjak kanak-kanak kaum muslimin sudah dianjurkan berlatih berpuasa, lalu bagaimana orang tua mulai melatih anak-anaknya?</p>
<p>Ada banyak cara klasik yang diterapkan orang-orang tua kita, dan selama itu tidak berlawanan dengan prinsip-prinsip syariat, tidak ada nash yang melarangnya, maka setiap upaya itu adalah baik, karena masuk dalam kategori pembiasaan beribadah yang sangat dianjurkan dalam Islam.</p>
<p>Sebagian orang tua kita dulu kadang mengajak anak-anak mereka berpuasa sebatas kemampuan mereka. Kita tidak sebut puasa, karena puasa punya definisi tersendiri, tapi bisa kita sebut menahan makan dan minum. Sebagian kita dilatih orang tua untuk menahan diri dari makan dan minum mungkin hingga tengah hari saja. Lalu di hari-hari kemudian, waktu diperpanjang menjadi mendekati waktu Ashar. Begitu seterusnya sehingga tanpa sadar kita telah mampu berpuasa hingga tenggelam matahari.</p>
<p>Cara seperti itu sah-sah saja. Karena yang diajak membiasakan diri adalah anak-anak yang belum mukallaf, belum aqil baligh, sehingga berpuasa bagi mereka belumlah diwajibkan. Tapi pembiasaan secara perlahan itu sesuai dengan kaidah syariat yang kerap mendidik secara bertahap, seperti tahap pengharaman khamr atau minuman keras di awal Islam dulu.</p>
<p>Akan tetapi, setiap anak memiliki karakter yang berbeda. Ibarat membiasakan orang berhenti merokok. Sebagian bisa melakukannya secara bertahap, tapi ada pula yang justru harus secara spontanitas. Kondisi mental, emosional, dan karakter kejiwaan sangat menentukan cara terbaik mana yang dipilih untuk menanamkan pembiasaan itu secara aman dan terkendali.</p>
<p>Ar-Rubayyi binti Muawwidz rohimahulloh bercerita tentang pelaksanaan puasa di bulan Ramadhan,<br />
Kemudian kami mengerjakan puasa (bulan Ramadhan), dan kami menyertakan anak-anak kami berpuasa. Kami memberikan kepada mereka mainan dari bulu. Apabila salah seorang dari mereka menangis meminta makanan kami memberikan mainan itu kepadanya hingga waktu berbuka tiba. [Diriwayatkan oleh al-Bukhaari juz II : 692 dan Muslim juz II : 798 nomor 136 dalam kitab ash-Shiyam.]</p>
<p>Ini salah satu cara lain yang bisa dipilih untuk tujuan tersebut. Juga sangat klasik, di mana seorang anak dibuat lupa atau tak menyadari kondisi laparnya. Untuk masa sekarang ini, bisa digunakan games yang aman, yang isinya edukatif, agar anak-anak tersebut menghabiskan waktunya tanpa merasakan lapar. Saat datang waktu shalat, ajak mereka ke masjid. Dan bila lelah, biarkan mereka tidur. Bangun tidur, boleh saja membiarkan mereka kembali bermain sehingga datang waktu Maghrib.</p>
<p>Mungkin sebagian akan menukas, Lho, bukankah dalam berpuasa kita dianjurkan banyak beribadah? Kenapa pula membiarkan anak-anak banyak bermain seperti itu?</p>
<p>Ada dua versi jawaban sederhana. Pertama, itulah yang diterapkan sebagian ulama as-Salaf dahulu, dengan dasar, bahwa tujuan utama di sini adalah melatih dan membiasakan anak-anak berpuasa. Itu tujuan besar, melatih melaksanakan kewajiban, bahkan juga salah satu rukun Islam. Maka, bila untuk tujuan tersebut, anak-anak dibiarkan melakukan hal-hal yang mubah asal tidak berlebihan tentu boleh-boleh saja, bahkan bagus. Membiarkan anak-anak mengerjakan yang mubah agar terbiasa mengerjakan yang wajib. Ini sesuai dengan kaidah syariat Islam yang ada.</p>
<p>Kedua, anak-anak tak dapat dipisahkan dari dunia bermain. Dalam kondisi wajar tidak berpuasa saja, sebaiknya anak-anak dibiarkan bermain. Sedangkan Rasulullah shollallohu alaihi wa sallam saja membiarkan Aisyah bermain dengan teman-teman perempuannya padahal ia sudah menjadi istri beliau saat itu. Itu menunjukkan bahwa Islam menoleransi anak-anak dengan dunia bermain mereka, asalkan tak berlebihan.</p>
<p>Maka, bermain-main seperti itu tentu berbeda bila dilakukan anak-anak, dibandingkan dengan bila dilakukan orang dewasa. Bagi kita yang sudah aqil baligh, sudah dewasa, tentu bermain-main di sini bisa menjadi lagha, hal yang sia-sia, yang meskipun tidaklah haram tapi tidak layak dilakukan di bulan suci Ramadhan di mana setiap kita dianjurkan memperbanyak ibadah dan pendekatan diri kepada Allah.</p>
<p>Cara lain yang bisa ditempuh dan ini adalah cara terbaik dalam lintas kaidah-kaidah Islam dengan memberi contoh dan teladan yang baik bagi anak-anak.</p>
<p>Artinya, tunjukkanlah keistimewaan berpuasa melalui sikap dan perilaku keseharian. Bila anak-anak melihat orang tuanya terlihat jauh lebih penyabar saat berpuasa, lebih taat kepada Allah, lebih banyak beribadah, lebih mampu melimpahkan kasih sayangnya pada anak-anak mereka, lebih banyak bersedekah, sering mengajak orang lain berbuka di rumah, dan setumpuk kebajikan-kebajikan lain yang bernilai istimewa di mana anak-anak, maka semua itu bisa menjadi dorongan dan motivasi hebat bagi anak-anak untuk meneladani orang tua mereka. Betapa Islam adalah keteladanan belaka. Itulah yang kita yakini,<br />
<em><br />
Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.</em>(al-Baqarah : 143)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amnan.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amnan.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amnan.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amnan.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amnan.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amnan.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amnan.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amnan.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amnan.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amnan.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amnan.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amnan.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amnan.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amnan.wordpress.com/132/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amnan.wordpress.com&amp;blog=3536810&amp;post=132&amp;subd=amnan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amnan.wordpress.com/2010/08/19/berbagai-cara-mengajari-anak-puasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f35fa684fdaf6840f55d09cf3614dfc2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amnan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>: Menahan Diri</title>
		<link>http://amnan.wordpress.com/2010/08/19/menahan-diri/</link>
		<comments>http://amnan.wordpress.com/2010/08/19/menahan-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 03:17:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amnan.wordpress.com/2010/08/19/menahan-diri/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Prof Dr Asep S Muhtadi Ramadhan datang setiap tahun untuk mengingatkan kita agar memperbanyak perenungan dan pembelajaran. Tujuannya, untuk mempertajam sikap solidaritas dan meningkatkan kesadaran akan eksistensi sebagai manusia yang wajar, agar tidak terjebak pada sikap mempertuhan diri dan memperbudak yang lainnya. Ramadhan memiliki pesan sosial untuk kita renungkan, terutama ketika masyarakat dan bangsa <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amnan.wordpress.com&amp;blog=3536810&amp;post=131&amp;subd=amnan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh <strong>Prof Dr Asep S Muhtadi</strong></p>
<p>Ramadhan datang setiap tahun untuk mengingatkan kita agar memperbanyak perenungan dan pembelajaran. Tujuannya, untuk mempertajam sikap solidaritas dan meningkatkan kesadaran akan eksistensi sebagai manusia yang wajar, agar tidak terjebak pada sikap mempertuhan diri dan memperbudak yang lainnya.</p>
<p>Ramadhan memiliki pesan sosial untuk kita renungkan, terutama ketika masyarakat dan bangsa ini tengah menghadapi berbagai tantangan dan ketidakseimbangan dalam hidupnya. Ketidakseimbangan hidup itu berakibat pada munculnya berbagai pelanggaran sosial, ketidakadilan, permusuhan, eksploitasi hak-hak asasi, kompetisi yang tidak sehat, dan lain sebagainya.</p>
<p>Tantangan modernitas dewasa ini tidak hanya menantang untuk berpikir kritis dan bersikap dewasa, tapi juga dapat menggiring pada pola-pola kehidupan manusia yang tidak manusiawi: manusia yang berakal cerdas tapi berhati kering, manusia yang berbadan sehat tapi bermental sakit, manusia yang berwawasan luas tapi berperasaan sempit, manusia yang memahami alam tapi diperbudak alam, manusia-manusia yang merasa kesepian di tengah keramaian, manusia-manusia yang miskin di tengah tumpukan harta.</p>
<p>Beberapa gejala lainnya yang mencerminkan kehidupan tanpa akhlak pada beberapa waktu terakhir ini adalah munculnya sikap mementingkan diri sendiri dengan mengeksploitasi hak-hak orang lain. Atas nama demokrasi orang berani berbuat anarkis, atas nama keadilan orang tega memperkosa kebebasan orang lain, dan atas nama hukum tidak sedikit orang memandang lumrah sikap dan perilaku menindas dengan menyatakan sesuatu bukan yang sesungguhnya.</p>
<p>Dalam perspektif pesan universal puasa Ramadhan, di antara faktor penyebab merebaknya berbagai krisis di negeri ini, adalah karena ketidakmampuan menahan diri. Menahan diri untuk sanggup merasakan lapar dan dahaga; lapang dalam menghadapi berbagai godaan; tidak korupsi, dan optimistis dalam menempuh masa depan, tanpa harus melarutkan diri dalam kubangan kemungkaran.</p>
<p>Puasa merupakan proses transendensi untuk menetralisasi berbagai sifat buruk manusia. &quot;Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh-kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah. Dan apabila ia mendapat kebaikan, dia amat kikir.&quot; (QS 70: 19-21).</p>
<p>Lihatlah, para pelaku yang menjadi sumber terjadinya sejumlah krisis di negeri ini. Mereka yang diduga atau bahkan telah terbukti melakukan tindak korupsi, perusak lingkungan, provokator tindak kekerasan, penipu, perampok, dan lain sebagainya, semuanya ada di depan mata kita.</p>
<p>Mungkin mereka juga sama-sama melaksanakan puasa selama bulan Ramadhan. Bahkan, mereka paling awal mengeluarkan zakat, paling besar berinfak untuk pembangunan masjid, dan tampak paling peduli menyapa fakir miskin.</p>
<p>Tapi, mereka telah mengingkari pesan utama puasa, yaitu kesanggupan menahan diri. Kesanggupan menahan diri menjadi pintu masuk ruang kemanusiaan yang hakiki. Sementara kegagalan menahan diri berarti telah membuka lebar pintu hilangnya martabat kemanusiaan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amnan.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amnan.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amnan.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amnan.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amnan.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amnan.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amnan.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amnan.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amnan.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amnan.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amnan.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amnan.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amnan.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amnan.wordpress.com/131/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amnan.wordpress.com&amp;blog=3536810&amp;post=131&amp;subd=amnan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amnan.wordpress.com/2010/08/19/menahan-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f35fa684fdaf6840f55d09cf3614dfc2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amnan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>: Spirit Pembebasan Ramadan</title>
		<link>http://amnan.wordpress.com/2010/08/13/spirit-pembebasan-ramadan/</link>
		<comments>http://amnan.wordpress.com/2010/08/13/spirit-pembebasan-ramadan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2010 04:26:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amnan.wordpress.com/2010/08/13/spirit-pembebasan-ramadan/</guid>
		<description><![CDATA[HIDUP ini ibarat pendakian, penuh perjuangan. Terkadang terantuk batu, terbentur pohon, terbelit semak belukar, tertusuk duri, bahkan berkali-kali terpeleset. Namun, betapapun babak belurnya, seorang pendaki senantiasa menyimpan harapan (rajaâ€™) akan mencapai puncak yang dituju, lalu kembali pulang dengan selamat. Gerak hidupAdanya hidup berarti adanya gerak. Dalam semboyan filsafat Yunani diungkapkan melalui semboyan &#8216;panta rhei&#8217;, terus <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amnan.wordpress.com&amp;blog=3536810&amp;post=130&amp;subd=amnan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>HIDUP ini ibarat pendakian, penuh perjuangan. Terkadang terantuk batu, terbentur pohon, terbelit semak belukar, tertusuk duri, bahkan berkali-kali terpeleset. Namun, betapapun babak belurnya, seorang pendaki senantiasa menyimpan harapan (rajaâ€™) akan mencapai puncak yang dituju, lalu kembali pulang dengan selamat. <strong>Gerak hidup</strong>Adanya hidup berarti adanya gerak. Dalam semboyan filsafat Yunani diungkapkan melalui semboyan &#8216;panta rhei&#8217;, terus bergerak. Begitulah manusia, sebagai makhluk yang dianugerahi potensi cipta, karsa, dan rasa, tentu saja akan terus-menerus bergiat, berkarya, dan bekerja hingga pada titik manusia harus takluk pada sunatullah, yakni kematian. Hidup dan kematian adalah wajah kembar bagi manusia. Adanya hidup berfungsi sebagai medium untuk menumpahkan segala potensi manusia dalam rangka perjuangan dirinya. Di dunia, manusia berjuang mati-matian, di tengah duka lara dan juga sukacita. Hubungan antarmanusia yang terbentuk bisa membawa kepada hal positif atau keberuntungan, tetapi juga bisa menyeret pada hal negatif atau merugi. Ada teori yang menyebut, semakin padat manusia di suatu wilayah, kejahatan semakin marak pula. Tetapi, di dalam kepadatan itu pula, sebenarnya manusia dapat menggapai kebaikan. Semua bergantung pada individu dalam mengelola kediriannya. Alquran mengingatkan, tidak ada yang dapat diunggulkan bagi manusia, kecuali apa yang dia usahakan untuk kebaikan secara individu. Individuasi menjadi panjatan untuk penataan diri, yang kemudian memadat dalam bentuk masyarakat. Begitulah, lalu terbangun kehidupan yang baik, damai, dan sakinah. Seorang mukmin yang tangguh tidak akan merasakan kesukaran yang berarti manakala menghadapi segala bentuk rintangan dan tantangan hidup. Sebabnya, dalam diri mukmin sejati, pastilah terhunjam sifat-sifat kebaikan (mahmudah) yang menjadi modalitas untuk resistensi sekaligus pengembangan diri. Seorang mukmin sudah tentu akan memegang sikap tawakal. Suatu sikap yang mempercayakan segala soal kepada Allah. Apa yang diupayakan, digeluti, atau dikerjakan, betapa pun gigihnya, akan tetap disandarkan pada kesadaran bahwa Allah-lah sang penentu akhir. Secara teologis, Allah diyakinkan sebagai penyebab pertama (illatul â€˜ilal). Dari Allah lahir alam semesta beserta isinya, termasuk adanya manusia. Allah sebagai zat yang wajib adanya (wajib al-wujud). Sementara, kenyataan yang terjadi di dunia ini sifatnya masih kemungkinan wujudnya (mumkin al-wujud). Begitu pula, segala wujud yang mungkin adanya berarti mengandung kefanaan. Dari keyakinan inilah, tawakal menemukan sandaran rasionalitasnya. Bagi sufi, misalnya, anggapan bahwa kesembuhan dari penyakit lantaran obat atau dokter dipandang sebagai berdosa. Jelas bagi sufi, semua kesembuhan datang dari Allah, sedang obat atau dokter hanyalah alat (wasilah). Sikap tawakal digambarkan dalam Alquran Surah Ali Imran 159, yang berbunyi, &quot;Apabila kamu berkeinginan terhadap sesuatu, bertakwalah kepada Allah.&quot; Seorang mukmin sejati juga pastilah akan selalu memegang sikap rida yang bermakna bahwa dia menerima apa pun yang ada. Dia akan menjadikan apa yang menimpanya sebagai wahana ekspresi kerelaan, ketenangan, dan istikamah dalam menjalani kehidupan ini. Jiwanya tidak mudah menggeliat hanya lantaran apa yang menimpanya tidak mengenakkan. Sebaliknya, hatinya ditenteramkan, didamaikan, dan dikuatkan, sehingga musibah menjadi berkah dan rahmah baginya. Sikap rida akan bergandengan erat dengan syukur. Apa pun yang dirasakan seorang mukmin akan dihadapi dengan sukacita dan justru akan menambah rasa terima kasihnya kepada Allah. Alquran menyebutkan, &quot;Barang siapa yang bersyukur, sesungguhnya dia mensyukuri dirinya.&quot; Memegangi secara teguh sikap tawakal, rida, dan syukur memang bukanlah perkara yang mudah. Setiap orang tahu sikap-sikap tersebut merupakan sikap yang mulia dan perlu menjadi pegangan hidup. Namun, ketika dihadapkan pada kondisi yang nyata, sering kali idealisme menjadi hilang dan manusia menjadi lupa. Sesungguhnya, dalam keadaan nyata itulah ketangguhan manusia benar-benar diuji. Tidak seperti pelajaran teori di sekolah, tawakal, rida, dan syukur adalah sikap praksis yang butuh pelatihan langsung dan pembuktian, dan puasa menjadi medan pengetesan, apakah manusia dalam satu bulan itu mampu menampilkan sikap tersebut. Baru kemudian terbitlah Idul Fitri yang menjadi simbol bagi puncak kesadaran kefitrian kembali. <strong>Pembebasan</strong>Semangat Islam adalah semangat pembebasan yang integratif dengan spirit kemanusiaan. Bulan Ramadan pun merupakan korporasi elastis yang tentu saja membutuhkan interpretasi yang tidak tunggal serta hanya loyal pada kebakuan semata. Dalam iktikaf, mencari lailatulkadar, manusia menemukan fitrahnya kembali, yaitu sebagai makhluk privat-antroposentris dan juga sosial-antroposentris. Di sini, fitrah menghajatkan sebuah dimensi ekologis yang kental dengan dimensi transhumanitas untuk menggapai keadilan yang hakiki. Dalam semangat fitrah terpapar etika untuk mencapai kesalehan secara massif, tidak serta-merta transendental juga tanpa pengebirian terhadap kesucian hak manusia lainnya. Kemiskinan, kebodohan, serta borjuasi kehidupan telah menggurita di berbagai lapisan masyarakat. Kaum muslim hanya menjadi sinterklas yang berkompetisi di depan publik dengan pemberian hadiah pada saat momen religius. Di luar itu, basis kebajikan manusia kembali mengakar kepada teosentrisme, sebuah hal yang lagi-lagi dilogikakan demi kepentingan Tuhan yang sebenarnya. Seorang muslim yang baik semestinya tidak mengukur pahala sebagai standardisasi pola kerja kebajikannya, tapi menggunakan realitas sosial sebagai parameter kesuksesan kebajikan. Spirit semacam ini akan menghalau kesenjangan sosial, sikap serbacuek dengan ekosistem sekitarnya. Jika semangat pembebasan telah berurat berakar pada setiap diri manusia, fitrah manusia sebagai pembawaan sejak lahir akan kembali menemukan harmonisasinya di tengah kosmos. Kehidupan yang merupakan pancaran aura ketuhanan dengan potensi azali manusia akan saling bersahutan demi membangun masyarakat yang adil. Oleh Said Aqiel Siradj Ketua Umum PBNU</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amnan.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amnan.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amnan.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amnan.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amnan.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amnan.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amnan.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amnan.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amnan.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amnan.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amnan.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amnan.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amnan.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amnan.wordpress.com/130/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amnan.wordpress.com&amp;blog=3536810&amp;post=130&amp;subd=amnan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amnan.wordpress.com/2010/08/13/spirit-pembebasan-ramadan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f35fa684fdaf6840f55d09cf3614dfc2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amnan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>: Telaga Ramadhan</title>
		<link>http://amnan.wordpress.com/2010/08/12/telaga-ramadhan/</link>
		<comments>http://amnan.wordpress.com/2010/08/12/telaga-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Aug 2010 21:32:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amnan.wordpress.com/2010/08/12/telaga-ramadhan/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Arif Munandar Riswanto Ramadhan bagaikan sebuah telaga yang sangat besar. Di dalam telaga tersebut berisi kekayaan yang melimpah ruah. Ia mengalirkan air yang sangat jernih, sejuk, dan tidak pernah kering. Segala kebutuhan yang diperlukan oleh manusia bisa terpenuhi di dalam telaga tersebut. Dan manusia bisa membersihkan kotoran, memenuhi hajat hidup, dan mendapatkan berbagai kekayaan <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amnan.wordpress.com&amp;blog=3536810&amp;post=129&amp;subd=amnan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh </strong>Arif Munandar Riswanto</p>
<p>Ramadhan bagaikan sebuah telaga yang sangat besar. Di dalam telaga tersebut berisi kekayaan yang melimpah ruah. Ia mengalirkan air yang sangat jernih, sejuk, dan tidak pernah kering. Segala kebutuhan yang diperlukan oleh manusia bisa terpenuhi di dalam telaga tersebut. Dan manusia bisa membersihkan kotoran, memenuhi hajat hidup, dan mendapatkan berbagai kekayaan dari telaga tersebut.</p>
<p>&quot;Shalat lima waktu, Jumat ke Jumat, dan Ramadhan ke Ramadhan akan menjadi kifarat dosa selama menjauhi dosa-dosa besar,&quot; (HR Muslim). Namun, meskipun telaga yang luas dan jernih tersebut telah menghampar di depan mata, tidak semua orang bisa memanfaatkannya dengan benar. &quot;Banyak orang yang shaum (berpuasa), tetapi tidak mendapatkan apa-apa dari shaumnya kecuali hanya rasa lapar dan dahaga,&quot; (HR Ahmad).</p>
<p>Orang-orang yang seperti itu adalah orang-orang yang tidak bisa menghampiri telaga Ramadhan dengan baik. Telaga tersebut dibiarkan mengalir begitu saja. Bahkan, mereka cenderung menjauhinya. Karena, puasa hanya sekadar menahan makan dan minum. Dengan demikian, maka telaga tersebut tidak bisa didekati dengan rasa lapar dan haus.</p>
<p>Jika rasa lapar dan dahaga tidak cukup untuk mengantarkan seseorang kepada telaga Ramadhan, maka telaga tersebut harus didekati dengan iman dan muhasabah. &quot;Barangsiapa yang puasa Ramadhan dengan penuh iman dan pengharapan, maka segala dosanya yang terdahulu akan diampuni,&quot; (HR Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Secara etimologi, iman berarti percaya sedangkan muhasabah berarti introspeksi. Ketika mengomentari hadis tersebut, An-Nawawi menerangkan bahwa iman adalah percaya bahwa shaum adalah kebenaran yang memiliki keutamaan sedangkan muhasabah berarti mengharap ridha Allah semata.</p>
<p>Telaga Ramadhan tidak bisa didekati hanya dengan rasa lapar dan dahaga, sebab ibadah shaum (puasa) bukan ibadah simbolik-ritual semata. Telaga Ramadhan harus didekati dengan ibadah substantif yang harus meresap ke dalam hati. Jika shaum bisa dilakukan dengan penuh keimanan dan muhasabah (ikhlas), maka segala manfaat yang ada di dalam telaga Ramadhan pasti akan bisa diambil.</p>
<p>Orang-orang yang bisa memanfaatkan telaga Ramadhan dengan baik, dialah orang-orang yang kembali kepada fitrah (suci). Dosa-dosa dari orang-orang seperti itu akan diampuni dan mereka berhak membawa segala bentuk kekayaan yang ada di dalam perut telaga Ramadhan.</p>
<p>Inilah rahasia mengapa ibadah Ramadhan ditutup dengan perayaan Idul Fitri. Secara etimologi Idul Fitri berarti kembali kepada fitrah. Fitrah ketika manusia bisa kembali kepada nilai-nilainya yang asasi dan belum pernah terkontaminasi oleh nafsu-nafsu duniawi. Mudah-mudahan kita bisa memanfaatkan telaga Ramadhan ini dengan penuh iman dan muhasabah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amnan.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amnan.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amnan.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amnan.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amnan.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amnan.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amnan.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amnan.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amnan.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amnan.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amnan.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amnan.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amnan.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amnan.wordpress.com/129/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amnan.wordpress.com&amp;blog=3536810&amp;post=129&amp;subd=amnan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amnan.wordpress.com/2010/08/12/telaga-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f35fa684fdaf6840f55d09cf3614dfc2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amnan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>: Mari Memperbaiki Diri</title>
		<link>http://amnan.wordpress.com/2010/08/12/mari-memperbaiki-diri/</link>
		<comments>http://amnan.wordpress.com/2010/08/12/mari-memperbaiki-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Aug 2010 21:26:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amnan.wordpress.com/2010/08/12/mari-memperbaiki-diri/</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, kita masih diberi umur panjang sehingga berkesempatan bisa bertemu dengan tamu agung. Tamu agung ini adalah bulan Ramadhan yang kehadirannya selalu ditunggu-tunggu dan dirindukan oleh umat Islam di seluruh dunia. Tahun ini, tamu agung itu, insya Allah, akan datang pada Rabu lusa (11/08). Ya, tamu agung atau bulan Ramadhan ini selalu kita rindukan kehadirannya. <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amnan.wordpress.com&amp;blog=3536810&amp;post=128&amp;subd=amnan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, kita masih diberi umur panjang sehingga berkesempatan bisa bertemu dengan tamu agung. Tamu agung ini adalah bulan Ramadhan yang kehadirannya selalu ditunggu-tunggu dan dirindukan oleh umat Islam di seluruh dunia. Tahun ini, tamu agung itu, insya Allah, akan datang pada Rabu lusa (11/08).</p>
<p>Ya, tamu agung atau bulan Ramadhan ini selalu kita rindukan kehadirannya. Kita rindukan karena ia menjadi sarana bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas hidup. Selama sebulan penuh, segala amal ibadah dilipatgandakan pahalanya dan dosa-dosa diampuni.</p>
<p>Namun, semua itu tentulah tidak otomatis atau serta-merta. Dosa diampuni dan pahala dilipatgandakan hanya apabila kita mau memanfaatkan sungguh-sungguh kesempatan yang tidak setiap bulan kedatangannya. Bukan hanya puasa dan tarawih, tapi juga memperbanyak ibadah-ibadah ritual lainnya. Termasuk, memperbaiki dan merutinkan diri untuk melaksanakan shalat fardhu yang, barangkali di antara kita ada yang masih &#8216;bolong-bolong&#8217; dalam menjalankannya.</p>
<p>Selain ibadah ritual, bulan Ramadhan juga kesempatan bagi kita untuk memparalelkan dan menyelaraskan antara kesalehan ritual dan kesalehan sosial. Di luar Ramadhan, barangkali kedua hal ini kurang seimbang. Nah, selama bulan suci inilah, saatnya kita memperbanyak ibadah ritual dan amal sosial. Yang terakhir ini bisa dalam bentuk memberi makanan dan minuman untuk berbuka kepada orang lain. Lalu, kita juga memberi santunan kepada kaum dhuafa di sekitar kita, memperbanyak infak, sedekah, dan lainnya.</p>
<p>Yang tak kalah pentingnya adalah memperbaiki perilaku sehari-hari kita. Harus diakui, banyak di antara kita yang ibadah ritualnya belum tecermin pada perilaku sehari-hari. Sebagai contoh kecil saja, setiap shalat selalu kita akhiri dengan mengucapkan kedamaian buat kalian (assalamualaikum) sambil menengok ke kanan dan ke kiri dengan ucapan yang sama. Kita memahami bahwa ucapan salam sambil tengok kanan dan kiri itu sangat simbolis.</p>
<p>Intinya, setiap orang Islam diperintahkan untuk menciptakan kedamaian di lingkungannya. Dari lingkungan yang terkecil sesama jamaah shalat, di keluarga, tetangga, serta teman-teman di lingkungan kerja hingga kedamaian sesama umat Islam dan sesama umat manusia. Kita dilarang berbuat kegaduhan dan anarkistis. Faktanya, kekerasan dan anarkisme masih menjadi bagian dalam keseharian bangsa ini.</p>
<p>Contoh lainnya tentu saja masih banyak. Dengan kata lain, banyak di antara kita yang perilaku sehari-harinya masih sangat bertentangan dengan perintah agama yang ada dalam bacaan shalat misalnya. Hal tersebut tentu tidak aneh bila kemudian ada ungkapan bahwa orang Islam di negeri ini menjadi Islam hanya ketika shalat, hanya ketika haji dan umrah, hanya ketika berada di masjid, hanya ketika puasa, serta seterusnya.</p>
<p>Tak mengherankan, apabila kemudian banyak di antara kita yang telah melaksanakan haji dan umrah berkali-kali, yang korupsi tetap saja korupsi. Yang pejabat tetap saja tidak amanah dan jujur. Yang politisi tetap saja lebih mementingkan diri sendiri dan kelompoknya daripada kepentingan masyarakat banyak. Pendek kata, kemaksiatan dan kemungkaran masih saja merajalela di negeri berpenduduk mayoritas Muslim dan jumlah pendaftar haji selalu membludak, melebihi kuota yang telah ditetapkan.</p>
<p>Kini, Ramadhan sebentar lagi tiba. Ramadhan bisa kita jadikan sebagai sarana memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas kehidupan. Ramadhan sebagai sarana memperbanyak ibadah ritual, amal sosial, dan memperbaiki perilaku sehari-hari.</p>
<p>Hanya dengan itu, keberkahan Ramadhan bisa kita raih, dosa-dosa dapat diampuni, dan pahala dilipatgandakan. Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amnan.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amnan.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amnan.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amnan.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amnan.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amnan.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amnan.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amnan.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amnan.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amnan.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amnan.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amnan.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amnan.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amnan.wordpress.com/128/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amnan.wordpress.com&amp;blog=3536810&amp;post=128&amp;subd=amnan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amnan.wordpress.com/2010/08/12/mari-memperbaiki-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f35fa684fdaf6840f55d09cf3614dfc2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amnan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>: Ramadan Bukan Bulan Sweeping</title>
		<link>http://amnan.wordpress.com/2010/08/05/ramadan-bukan-bulan-sweeping/</link>
		<comments>http://amnan.wordpress.com/2010/08/05/ramadan-bukan-bulan-sweeping/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Aug 2010 23:45:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amnan.wordpress.com/2010/08/05/ramadan-bukan-bulan-sweeping/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Biyanto dari inbox email saya. RAMADAN sebentar lagi datang. Menteri Agama menganjurkan umat Islam agar tidak melakukan sweeping ke tempat-tempat hiburan malam. Imbauan ini penting dilakukan karena keutamaan bulan suci Ramadan sering dinodai aksi kelompok-kelompok radikal dalam Islam. Mereka biasanya melakukan sweeping dan bertindak anarkistis terhadap orang-orang yang dianggap merusak keutamaan Ramadan. Umumnya aksi <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amnan.wordpress.com&amp;blog=3536810&amp;post=127&amp;subd=amnan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Biyanto dari inbox email saya.</p>
<p><strong>RAMADAN</strong> sebentar lagi datang. Menteri Agama menganjurkan umat Islam agar tidak melakukan <em>sweeping</em> ke tempat-tempat hiburan malam. Imbauan ini penting dilakukan karena keutamaan bulan suci Ramadan sering dinodai aksi kelompok-kelompok radikal dalam Islam. Mereka biasanya melakukan <em>sweeping</em> dan bertindak anarkistis terhadap orang-orang yang dianggap merusak keutamaan Ramadan.</p>
<p>Umumnya aksi <em>sweeping</em> dan anarkistis ini dilakukan di tempat hiburan malam dan lokasi lain yang dianggap sebagai sumber maksiat. Padahal, seharusnya kelompok-kelompok radikal dalam Islam ini menyerahkan persoalan tersebut kepada pihak keamanan. Aparat keamananlah yang seharusnya bertindak untuk menertibkan tempat-tempat hiburan malam yang melanggar peraturan.</p>
<p>Umat Islam sudah seharusnya menghormati Ramadan karena bulan ini menjanjikan nilai-nilai yang berbeda daripada bulan lain. Misalnya, dikatakan bahwa pahala orang yang beribadah pada Ramadan akan dilipatgandakan oleh Allah. Allah juga menjanjikan ampunan bagi mereka yang mau bertobat dengan sepenuh hati.</p>
<p>Mengenai beberapa keutamaan Ramadan, Nabi Muhammad bersabda, ketika Ramadan tiba, semua gerbang surga dibuka, semua pintu neraka ditutup, dan semua setan dibelenggu. Juga dikatakan, seandainya umatku mengetahui keistimewaan Ramadan, niscaya mereka mengharap semua bulan menjadi Ramadan. Hadis tersebut memberikan keyakinan mengenai keutamaan Ramadan sehingga umat Islam harus memanfaatkannya untuk beribadah secara maksimal.</p>
<p>Anjuran menghormati Ramadan sejatinya juga perlu diserukan kepada orang-orang yang tidak berpuasa, baik dengan alasan yang dibenarkan syari&#8217;at atau tidak. Anjuran ini tentu harus dipahami dalam konteks untuk menghargai mereka yang berpuasa. Bahkan, kepada pemeluk non-Islam pun perlu dianjurkan untuk menghormati Ramadan dalam rangka menghargai keyakinan pemeluk agama lain. Jika sikap saling menghargai ini dapat dilakukan dengan baik, Ramadan akan menjadi bulan yang memberikan rahmat bagi siapa pun.</p>
<p>Kelompok-kelompok radikal dalam Islam selalu beralasan bahwa aksi anarkistis yang dilakukan di tempat-tempat yang potensial menjadi sumber perbuatan maksiat merupakan rangkaian dari tugas amar makruf nahi mungkar. Pandangan ini tentu harus dikritisi karena tugas beramar makruf nahi mungkar tidak boleh dilakukan sembarang orang.</p>
<p>Jalaluddin al-Suyuthi, ulama besar dan mujadid Islam, menyatakan bahwa tidak semua orang dapat menyuruh pada yang makruf (apa saja yang dipandang baik dan diperintahkan syara&#8217;) dan melarang yang mungkar (apa saja yang dipandang buruk, diharamkan, dan dibenci syara&#8217;). Dikatakannya, hanya ulama dan penguasa yang dapat melakukan tugas amar makruf nahi mungkar.</p>
<p>Ulama dikatakan memiliki tugas tersebut karena memiliki ilmu. Sedangkan penguasa dipandang dapat menunaikan tugas tersebut karena memiliki kekuasaan. Tugas ini dapat dilakukan dengan syarat pemerintah harus memerintahkan yang baik serta melarang dan menghukum pelaku kemungkaran.</p>
<p>***</p>
<p>Dengan berpijak pada pendapat al-Suyuthi tersebut, tugas mengajak pada kebaikan serta melarang dan menghukum pelaku kemungkaran tidak dapat dilakukan, selain ulama dan pemerintah. Bahkan, dalam menjalankan tugas amar makruf nahi mungkar tersebut harus tetap menggunakan prinsip kasih sayang serta menghargai dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan.</p>
<p>Hal itu berarti untuk menjalankan prinsip mengajak pada kebaikan dan mencegah kemungkaran tidak boleh disertai tindakan kemungkaran. Tampaknya, hal inilah yang salah dari tindakan anarkistis dan <em>sweeping</em> yang dilakukan kelompok-kelompok radikal dalam Islam di tempat-tempat hiburan malam pada Ramadan.</p>
<p>Kelompok-kelompok dalam Islam juga harus menyadari bahwa untuk menjadi pemeluk agama yang baik memang dibutuhkan waktu relatif lama. Bahkan, sering dalam pergumulan menjadi pemeluk agama yang baik itu, seseorang terkadang harus mengalami jalan berliku. Dalam tingkat tertentu, pengalaman keagamaan yang panjang dan berliku juga pernah dialami setiap orang.</p>
<p>Karena itulah, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa sesungguhnya keberagamaan seseorang selalu berproses (<em>becoming</em>). Pada konteks inilah setiap orang yang beragama harus menyadari bahwa dirinya sesungguhnya sedang berproses menjadi orang yang lebih baik.</p>
<p>Karena perilaku keberagamaan itu berproses, yang penting dilakukan adalah memberikan pembinaan secara terus-menerus agar seseorang mau berubah menjadi lebih baik. Termasuk yang perlu dibina dalam hal ini adalah mereka yang belum terbuka hatinya dengan memanfaatkan Ramadan untuk beribadah. Tugas pembinaan inilah yang mestinya diemban tokoh-tokoh agama dan pimpinan organisasi sosial keagamaan. Mereka yang masih berproses menjadi orang baik harus terus-menerus dibina agar menjadi muslim yang sesungguhnya.</p>
<p>Yang perlu ditekankan bahwa dalam proses amar makruf nahi mungkar adalah kesediaan mengajak mereka dengan cara yang memudahkan, bukan mempersulit. Juga menggembirakan, bukan menakut-nakuti. Metode ini perlu dikembangkan agar dakwah yang dilakukan bersifat merangkul sebanyak mungkin kelompok keagamaan di masyarakat.</p>
<p>Para ulama selalu menggunakan kata &quot;marhaban&quot; untuk menyambut tamu agung, Ramadan. Akar kata marhaban, <em>rahb</em>, berarti luas atau lapang. Karena itu, ungkapan &quot;marhaban ya Ramadan&quot; sesungguhnya menggambarkan bahwa Ramadan merupakan tamu yang harus disambut dengan lapang dada, penuh kegembiraan, dan disertai usaha mempersiapkan diri melakukan apa pun yang berkaitan dengan usaha mengasah jiwa sehingga menjadi bersih dan suci.</p>
<p>Yang harus disiapkan dalam menyambut Ramadan adalah jiwa yang suci dan niat yang kuat untuk memerangi hawa nafsu serta menghiasi siang dan malam dengan beribadah. Ini berarti tidak dibenarkan jika ada sekelompok orang yang ingin berbuat anarkistis atas nama apa pun. Ramadan jelas bukan bulan <em>sweeping</em>, melainkan bulan penuh rahmat dan ampunan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amnan.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amnan.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amnan.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amnan.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amnan.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amnan.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amnan.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amnan.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amnan.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amnan.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amnan.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amnan.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amnan.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amnan.wordpress.com/127/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amnan.wordpress.com&amp;blog=3536810&amp;post=127&amp;subd=amnan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amnan.wordpress.com/2010/08/05/ramadan-bukan-bulan-sweeping/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f35fa684fdaf6840f55d09cf3614dfc2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amnan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>: Mukjizat Ka&#8217;bah</title>
		<link>http://amnan.wordpress.com/2010/08/03/mukjizat-kabah/</link>
		<comments>http://amnan.wordpress.com/2010/08/03/mukjizat-kabah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Aug 2010 03:57:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amnan.wordpress.com/2010/08/03/mukjizat-kabah/</guid>
		<description><![CDATA[Okrisal Eka Putra (Dosen UIN Yogyakarta) The Egyptian Scholar of the Sun and Space Reserch Center yang berpusat di Kairo memublikasikan hasil penelitian Prof Hussain Kamel yang menemukan sebuah fakta bahwa Makkah adalah pusat bumi. Dalam penelitiannya, ia menyimpulkan kedudukan Makkah betul-betul berada di tengah-tengah dataran bumi. Awal penelitiannya hanya untuk mengetahui arah kiblat di <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amnan.wordpress.com&amp;blog=3536810&amp;post=126&amp;subd=amnan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Okrisal Eka Putra<br />
(Dosen UIN Yogyakarta)</p>
<p>The Egyptian Scholar of the Sun and Space Reserch Center yang berpusat di Kairo memublikasikan hasil penelitian Prof Hussain Kamel yang menemukan sebuah fakta bahwa Makkah adalah pusat bumi. Dalam penelitiannya, ia menyimpulkan kedudukan Makkah betul-betul berada di tengah-tengah dataran bumi.</p>
<p>Awal penelitiannya hanya untuk mengetahui arah kiblat di kota-kota besar dunia dengan menggunakan perkiraan matematika dan kaidah yang disebut &quot;spherical triangle&quot; ia mulai menggambar suatu lingkaran dengan Makkah sebuah titik pusatnya, dan garis luar lingkaran adalah benua-benuanya. Dia dibantu dengan topografi tahun 90-an yang telah menjadi teori yang mapan bahwa secara ilmiah lempengan-lempengan bumi terbentuk selama usia geologi yang panjang, bergerak secara teratur di sekitar lempengan Arab.</p>
<p>Lempengan-lempengan itu secara terus-menerus memusat ke arah Makkah. Berdasarkan hasil penelitian ini, Arab Saudi meresponsnya dengan memulai proyek besar untuk mengganti rujukan waktu dunia dari GMT (Greenwich Mean Time) menjadi Makkah Mukarromah Time ( MMT). Dengan demikian, Kota Makkah bukan hanya sekadar arah kiblat, tetapi juga sebagai pusat koordinasi hitungan waktu. Jika waktu MMT ini diterapkan, akan memudahkan bagi setiap Muslim untuk mengetahui waktu shalat.</p>
<p>Bagi umat Islam, menghadap kiblat merupakan syarat sah shalat karena adanya perintah dalam Alquran surah Albaqarah ayat 144-149. Kesepakatan ini berlaku pada shalat fardu (wajib) dalam keadaan aman. Ketika dalam keadaan tidak aman dan menakutkan (seperti dalam keadaan perang) atau orang yang sedang dalam perjalanan di atas kendaraan, boleh setelah awalnya menghadap kiblat, selanjutnya mengikuti arah tujuan kendaraan.</p>
<p>Kalau kita berada di Masjidil Haram dan dekat dengan Ka&#8217;bah, ulama mengharuskan kita menghadap secara tepat ke bangunan Ka&#8217;bah. Dan, kalau kita berada di dalam Ka&#8217;bah, kita boleh menghadap ke mana saja kecuali ke arah pintu Ka&#8217;bah (menghadap keluar). Ini yang dicontohkan Rasulullah ketika beliau shalat di dalam Ka&#8217;bah, beliau diriwayatkan berjalan ke arah dinding dan shalat dua rakaat.</p>
<p><strong>Sejarah Ka&#8217;bah </strong><br />
Tidak disebutkan secara pasti dalam sejarah kapan pertama kali Ka&#8217;bah dibangun. Dijelaskan dalam surah Ali Imran 96: bahwa rumah peribadatan pertama yang dibangun oleh manusia pertama kali dimuka bumi adalah Ka&#8217;bah. Ini menunjukkan isyarat bahwa ia telah ada sejak manusia menginjakkan kaki pertama kali di muka bumi ini, tapi ada juga yang mengartikan bahwa kata &quot;manusia&quot; yang dimaksud dalam ayat itu adalah manusia yang berada di Kota Madinah dan sekitarnya.</p>
<p>Mereka mengakui bahwa Nabi Ibrahimlah yang membangun/meninggikan fondasi Ka&#8217;bah. Jika demikian, sangat wajar dinamai rumah peribadatan pertama yang dibangun untuk manusia. Sementara itu, ulama berpendapat bahwa Ka&#8217;bah dibangun kembali oleh Nabi Ibrahim mendahului Bait al Maqdis sekitar 9 abad. Nabi Ibrahim meninggikan fondasinya sekitar 1900 SM, sedangkan petugas-petugas Nabi Sulaiman membangun Bait al Maqdis sekitar 1000 SM. Konon, Masjid Al Aqsha pada mulanya adalah masjid kecil yang dibangun oleh Nabi Ibrahim yang kemudian punah, lalu dibangun kembali di lokasi itu atas perintah Nabi Sulaiman AS.</p>
<p>Ka&#8217;bah sepanjang sejarah keberadaannya selalu dihormati dan diagungkan oleh penduduk sekitarnya, termasuk masyarakat jahiliyah sebelum Islam datang. Pada masa itu, masyarakat jahiliyah sangat menghormati Ka&#8217;bah, ini terbukti dengan dua hal. Pertama, mereka tidak mau membuat bangunan mirip Ka&#8217;bah dengan persegi empat. Kalau membangun rumah berbentuk setengah lingkaran (persis rumah dom korban gempa di Jogja). Kedua, mereka tidak mau membuat rumah lebih tinggi dari Ka&#8217;bah. Ini dilakukan karena sangat menghormati Ka&#8217;bah. Ini sangat jauh berbeda kalau kita perhatikan pada masa kini, Masjidil Haram yang di dalamnya terdapat bangunan Ka&#8217;bah sudah tenggelam di antara gedung-gedung pencakar langit di sekitar Masjidil Haram.</p>
<p>Menghadap Ka&#8217;bah dalam shalat hanya untuk menyatukan arah shalat. Bisa kita bayangkan bagaimana jadinya kalau arah shalat berbeda-beda, tentu saja akan terjadi kekacauan. Jadi, tidak benar tuduhan bahwa umat Islam menyembah Ka&#8217;bah. Kalau umat Islam menyembahnya, tentu boleh kita membuat miniatur Ka&#8217;bah di rumah dan shalat menghadapnya.</p>
<p>Rasulullah pernah shalat tidak menghadap Ka&#8217;bah, tetapi shalat menghadap Masjid Al Aqsha selama beberapa bulan. Ini menunjukkan bahwa shalat bukan menyembah Ka&#8217;bah. Walaupun ulama berbeda pendapat alasan Rasulullah menghadap Masjid Al Aqsha, ada yang mengatakan karena Ka&#8217;bah di Makkah pada saat itu dipenuhi oleh berhala, jadi kurang pantas dijadikan arah shalat, ada juga ulama mengatakan bahwa arah kiblat Rasulullah ke Maesjid Al Aqsho untuk menarik simpati orang-orang Yahudi agar mereka masuk Islam.</p>
<p>Pintu Ka&#8217;bah yang kita lihat sekarang juga menyimpan cerita menarik. Sebelum Rasulullah wafat pernah beliau berkata kalau beliau ingin Ka&#8217;bah memiliki dua pintu, satu di depan dan satu di belakang sebagai pintu keluar, tapi sayang sampai Rasulullah wafat keinginan itu belum terwujud. Barulah pada masa Abdullah Ibnu Jubair (keponakan siti Aisyah) ingin merealisasikan keinginan Rasulullah tersebut. Akhirnya, beliau berkeinginan untuk merenovasi Ka&#8217;bah menjadi dua pintu seperti keinginan Rasulullah.</p>
<p>Tapi, penduduk Makkah pada saat itu menentang keinginan tersebut. Mereka takut dan trauma dengan peristiwa burung ababil yang mengancurkan tentara Abraha ketika ingin menghancurkan Ka&#8217;bah, tetapi Abdullah ibnu Jubair tetap melaksanakan perenovasian pintu Ka&#8217;bah. Dan, akhirnya Ka&#8217;bah memiliki dua pintu, setelah beliau wafat. Pada masa Abbasiyah, Ka&#8217;bah dirombak lagi dan dikembalikan menjadi satu pintu, khalifah selanjutnya mengubah lagi menjadi dua pintu, akhirnya pada zaman imam Malik, beliau mengusulkan dikembalikan seperti zaman Rasulullah yaitu satu pintu. Karena, kalau dibiarkan seperti itu, akan merusak bangunan Ka&#8217;bah karena dirombak terus sesuai dengan keinginan sang khalifah yang berkuasa.</p>
<p>Pada akhirnya, perdebatan tentang arah kiblat muncul pada masa ini karena kemajuan tekonologi sekarang sudah bisa menentukan dengan tepat arah Ka&#8217;bah. Dalam surah Yunus disebutkan bahwa Allah SWT menciptakan matahari dan bulan dan menentukan garis-garis edarnya agar manusia bisa menghitung tahun dan menghitung letak tempat dengan ilmu hisab. Ini tentunya perlu kita dukung untuk kesempurnaan arah kiblat sebagai sarat sah ibadah shalat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amnan.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amnan.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amnan.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amnan.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amnan.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amnan.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amnan.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amnan.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amnan.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amnan.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amnan.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amnan.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amnan.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amnan.wordpress.com/126/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amnan.wordpress.com&amp;blog=3536810&amp;post=126&amp;subd=amnan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amnan.wordpress.com/2010/08/03/mukjizat-kabah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f35fa684fdaf6840f55d09cf3614dfc2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amnan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>: Teman Sejati</title>
		<link>http://amnan.wordpress.com/2010/07/30/teman-sejati/</link>
		<comments>http://amnan.wordpress.com/2010/07/30/teman-sejati/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jul 2010 06:13:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amnan.wordpress.com/2010/07/30/teman-sejati/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh A Ilyas Ismail Alkisah, Sudrun dikenal sebagai orang terkaya di sebuah negeri. Suatu hari, mendadak ia sakit dan sekarat. Ia lantas memanggil satu per satu dari keempat istrinya. Dimulai dari istri keempat, istri termuda yang paling cantik dan paling dicintainya. Pak Sudrun minta sang istri agar bisa mati bersama-sama, sebagai bukti cintanya dengan suami <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amnan.wordpress.com&amp;blog=3536810&amp;post=125&amp;subd=amnan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh</strong> A Ilyas Ismail</p>
<p>Alkisah, Sudrun dikenal sebagai orang terkaya di sebuah negeri. Suatu hari, mendadak ia sakit dan sekarat. Ia lantas memanggil satu per satu dari keempat istrinya. Dimulai dari istri keempat, istri termuda yang paling cantik dan paling dicintainya.</p>
<p>Pak Sudrun minta sang istri agar bisa mati bersama-sama, sebagai bukti cintanya dengan suami sehidup-semati, sebagaimana yang telah diikrarkan bersama. Tapi, sang istri menolak dan menyatakan hanya bisa menemani suaminya selagi ia sehat. Sudrun pun kecewa.</p>
<p>Ia lantas memanggil istrinya yang ketiga. Permintaan yang sama diajukan. Hasilnya, istrinya juga menolak. Sudrun kemudian memanggil istri kedua dengan permintaan yang sama. Sang istri menyatakan siap menemani Pak Sudrun, tetapi hanya sampai di pemakaman saja.</p>
<p>Terakhir, Sudrun memanggil istrinya yang pertama. Istri yang banyak disia-siakan dan ditelantarkannya karena sibuk dengan istri-istrinya yang lain. Di luar dugaan, istri pertamanya menyatakan kesediaannya menemani sang suami, dari dunia hingga akhirat.</p>
<p>Kisah ini hanyalah sebuah metafora, tetapi penting untuk direnungkan. Istri keempat adalah simbol dari dunia. Dunia sangat menawan dan menarik hati bagi kebanyakan manusia. Tapi jangan lupa, ia memiliki watak menipu dan mengecewakan.</p>
<p>Istri ketiga adalah simbol dari jasad (badan kasar). Ia bersama kita selama roh (hayat) masih dikandung badan. Istri kedua adalah simbol dari harta dan kekayaan yang kita miliki. Ia tak bisa dibawa mati. Istri pertama adalah simbol dari kebaikan dan amal saleh kita. Dialah teman sejati kita, sehidup-semati, baik di kala suka maupun duka.</p>
<p>Dalam hadis sahih diterangkan bahwa setiap jenazah diantar ke pemakaman, maka hanya tiga perkara yang ikut serta bersamanya. Dua perkara kembali lagi, yaitu keluarga dan hartanya, sedangkan yang satu lagi tetap bertahan bersamanya.</p>
<p>Para sahabat bertanya kepada Rasul, &quot;Wa ma al-wahid, ya Rasulallah?&quot; (Apakah gerangan yang satu itu, wahai Utusan Allah?) Rasulullah menjawab, &quot;Itulah amal saleh.&quot; (HR Bukhari dan Muslim dari Anas Ibn Malik).</p>
<p>Karena itu, teman sejati pada hakikatnya bukanlah suami, istri, anak, atau siapapun. Teman sejati, tak lain, adalah kebaikan dan amal saleh yang dilakukan secara tulus karena Allah. Inilah sesungguhnya makna firman Allah: &quot;Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadat kepada Tuhannya.&quot; (QS al-Kahfi [18]: 110). Wallahu a`lam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amnan.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amnan.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amnan.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amnan.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amnan.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amnan.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amnan.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amnan.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amnan.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amnan.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amnan.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amnan.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amnan.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amnan.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amnan.wordpress.com&amp;blog=3536810&amp;post=125&amp;subd=amnan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amnan.wordpress.com/2010/07/30/teman-sejati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f35fa684fdaf6840f55d09cf3614dfc2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amnan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>: Etika Berbicara</title>
		<link>http://amnan.wordpress.com/2010/07/26/etika-berbicara/</link>
		<comments>http://amnan.wordpress.com/2010/07/26/etika-berbicara/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 02:47:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amnan.wordpress.com/2010/07/26/etika-berbicara/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Ali Rif&#8217;an Dibandingkan menulis, berbicara lebih mudah dilakukan. Setiap pembicaraan pasti ada maksud-tujuan yang hendak disampaikan, baik itu pembicaraan secara langsung maupun melalui media elektronik (teknologi). Saking mudahnya dilakukan, orang ketika berbicara seringkali kebablasan, bahkan tak menggunakan etika. Akibatnya, banyak kebencian dan permusuhan terjadi. Bagaimanakah sesungguhnya etika berbicara yang dianjurkan dalam Islam? Pertama, ketika <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amnan.wordpress.com&amp;blog=3536810&amp;post=124&amp;subd=amnan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh</strong> Ali Rif&#8217;an</p>
<p>Dibandingkan menulis, berbicara lebih mudah dilakukan. Setiap pembicaraan pasti ada maksud-tujuan yang hendak disampaikan, baik itu pembicaraan secara langsung maupun melalui media elektronik (teknologi). Saking mudahnya dilakukan, orang ketika berbicara seringkali kebablasan, bahkan tak menggunakan etika. Akibatnya, banyak kebencian dan permusuhan terjadi.</p>
<p>Bagaimanakah sesungguhnya etika berbicara yang dianjurkan dalam Islam? Pertama, ketika seorang Muslim berbicara hendaknya hanya untuk kebaikan (ma&#8217;ruf). Allah SWT berfirman, &quot;Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisik mereka, kecuali bisik-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah atau berbuat ma&#8217;ruf…&quot; (QS An-Nisa [4]: 114).</p>
<p>Kedua, jangan membicarakan semua apa yang didengar. Sebab, bisa jadi semua yang didengar itu menjadi dosa. Rasulullah SAW bersabda, &quot;Cukuplah menjadi suatu dosa bagi seseorang, yaitu apabila ia membicarakan semua apa yang telah ia dengar.&quot; (HR Muslim).</p>
<p>Ketiga, berbicaralah tanpa ada rasa menggunjing (ghibah). &quot;Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain.&quot; (QS Al-Hujarat [49]: 12). Menggunjing orang lain sangat dilarang dalam Islam. Sebab, orang yang menggunjing itu tidak lebih baik dari yang digunjing. &quot;Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain karena bisa jadi mereka yang diolok-olok lebih baik dari mereka yang mengolok-olok…&quot; (QS Al-Hujarat [49]: 11).</p>
<p>Keempat, berbicaralah seperlunya saja. Jangan membicarakan sesuatu yang tidak berguna. Rasulullah bersabda, &quot;Termasuk kebaikan Islam-nya seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna.&quot; (HR Ahmad dan Ibnu Majah). Kelima, berbicaralah dan jangan mendebat. Sabda Nabi, &quot;Aku adalah penjamin sebuah istana di taman surga bagi siapa saja yang menghindari pertikaian (perdebatan) sekalipun ia benar.&quot; (Muttafaq &#8216;Alaih).</p>
<p>Keenam, berbicara dengan tidak memaksakan diri. &quot;Dan sesungguhnya manusia yang paling aku benci dan yang paling jauh dariku di hari kiamat kelak adalah orang yang banyak bicara, orang yang berpura-pura fasih, dan orang-orang yang sombong.&quot; (HR At-Tirmidzi).</p>
<p>Ketujuh, berbicaralah dengan tenang dan tidak tergesa-gesa. Aisyah RA pernah berkata, &quot;Sesungguhnya Rasulullah apabila membicarakan suatu pembicaraan, sekiranya ada orang yang menghitungnya, niscaya ia dapat menghitungnya.&quot; (Muttafaq &#8216;Alaih).</p>
<p>Sejatinya, Islam tidak melarang manusia untuk berbicara. Berbicara justru sangat dianjurkan jika mengandung manfaat dan kebaikan. Tetapi sebaliknya, sangat dilarang jika pembicaraan itu mengandung keburukan dan penyesatan. &quot;Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir hendaknya ia berbicara yang baik-baik atau diam.&quot; (Al-Hadis).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amnan.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amnan.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amnan.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amnan.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amnan.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amnan.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amnan.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amnan.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amnan.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amnan.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amnan.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amnan.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amnan.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amnan.wordpress.com/124/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amnan.wordpress.com&amp;blog=3536810&amp;post=124&amp;subd=amnan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amnan.wordpress.com/2010/07/26/etika-berbicara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f35fa684fdaf6840f55d09cf3614dfc2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amnan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>: Agar Hati Tetap Sehat</title>
		<link>http://amnan.wordpress.com/2010/07/21/agar-hati-tetap-sehat/</link>
		<comments>http://amnan.wordpress.com/2010/07/21/agar-hati-tetap-sehat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 08:53:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amnan.wordpress.com/2010/07/21/agar-hati-tetap-sehat/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Arif Munandar Riswanto Hati dalam bahasa Arab disebut dengan al-qalb, yang berarti bolak-balik. Disebut demikian, karena hati adalah dunia abstrak (closed area), unik, dan berkembang (developmental). Hati gampang berubah, sukar dibaca, senantiasa berkembang, dan pasang-surut. Karena memiliki sifat seperti itu, maka hati harus dijaga dengan baik. Sebab, jika tidak dijaga, hati akan berubah menjadi <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amnan.wordpress.com&amp;blog=3536810&amp;post=123&amp;subd=amnan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh <strong>Arif Munandar Riswanto</strong></p>
<p>Hati dalam bahasa Arab disebut dengan al-qalb, yang berarti bolak-balik. Disebut demikian, karena hati adalah dunia abstrak (closed area), unik, dan berkembang (developmental). Hati gampang berubah, sukar dibaca, senantiasa berkembang, dan pasang-surut.</p>
<p>Karena memiliki sifat seperti itu, maka hati harus dijaga dengan baik. Sebab, jika tidak dijaga, hati akan berubah menjadi hati yang sakit (al-qalb al-maridh). Begitu banyak manusia yang memiliki pikiran cerdas, tetapi akhirnya menjadi orang hina hanya karena memiliki hati yang sakit.</p>
<p>Rasul bersabda, &quot;Dalam tubuh manusia ada segumpal daging, apabila ia baik, maka baik pula seluruh tubuhnya; dan jika ia rusak, maka rusak pula seluruh tubuhnya. Ketahuilah, itulah hati.&quot; (Al-Hadis).</p>
<p>Kecerdasan yang ada di dalam pikiran, bisa dikalahkan oleh kebusukan yang ada di dalam hati. Orang seperti itu biasanya akan marah pada kebenaran dan senang pada kebatilan. Dan, jika hal tersebut terjadi, maka itulah hati sedang sakit. Sama seperti anggota tubuh lainnya, hati yang sakit bisa dilihat dari tiga hal. Pertama, kemampuan indera yang ada di dalam hati akan hilang secara total. Hati seperti ini akan menjadi buta, tuli, bisu, dan lumpuh. Ia tidak bisa membedakan antara kebenaran, kesesatan, ketakwaan, kemaksiatan, dan lain sebagainya.</p>
<p>Kedua, kemampuan indera yang ada di dalam hati menjadi lemah. Padahal sebenarnya, kemampuan indera tersebut kuat. Sama seperti anggota tubuh lainnya, jika sedang dalam keadaan seperti ini, hati berarti butuh asupan gizi.</p>
<p>Ketiga, hati tidak bisa melihat sesuatu dalam bentuk yang sebenarnya. Seperti melihat kebenaran menjadi kesesatan, kesesatan menjadi kebenaran, merasakan manis menjadi pahit, dan pahit menjadi manis.</p>
<p>Lalu, bagaimana menjaga hati agar tetap sehat? Ibnul Qayyim menjelaskan, agar hati bisa tetap sehat, ia bisa dilakukan dengan tiga cara; menjaga kekuatan hati, melindungi hati dari hal-hal yang membahayakan, dan membuang zat-zat yang berbahaya bagi hati. Kekuatan hati bisa didapatkan dengan iman. Dan iman merupakan sumber kekuatan hati paling utama. Jika iman hilang, hati akan menjadi sakit.</p>
<p>Sedangkan untuk melindungi hati dari hal-hal yang membahayakan, bisa dilakukan dengan menjauhkan diri dari perbuatan dosa dan maksiat. Sebab, kedua hal ini yang dapat membuat hati menjadi sakit. Ia sama dengan racun yang jika dikonsumsi pasti akan membahayakan tubuh.</p>
<p>Terakhir, agar tetap sehat, zat-zat yang membahayakan hati harus dibuang. Dan, cara paling efektif untuk membuang zat-zat yang berbahaya tersebut adalah dengan tobat dan istighfar. Tobat dan istighfar adalah dua obat yang bisa membuang toksin di dalam hati. Ia bagaikan antibody yang bisa membuat hati tetap sehat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amnan.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amnan.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amnan.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amnan.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amnan.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amnan.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amnan.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amnan.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amnan.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amnan.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amnan.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amnan.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amnan.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amnan.wordpress.com/123/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amnan.wordpress.com&amp;blog=3536810&amp;post=123&amp;subd=amnan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amnan.wordpress.com/2010/07/21/agar-hati-tetap-sehat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f35fa684fdaf6840f55d09cf3614dfc2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amnan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>: Agar Hati Tetap Sehat</title>
		<link>http://amnan.wordpress.com/2010/07/21/agar-hati-tetap-sehat/</link>
		<comments>http://amnan.wordpress.com/2010/07/21/agar-hati-tetap-sehat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 08:53:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amnan.wordpress.com/2010/07/21/agar-hati-tetap-sehat/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Arif Munandar Riswanto Hati dalam bahasa Arab disebut dengan al-qalb, yang berarti bolak-balik. Disebut demikian, karena hati adalah dunia abstrak (closed area), unik, dan berkembang (developmental). Hati gampang berubah, sukar dibaca, senantiasa berkembang, dan pasang-surut. Karena memiliki sifat seperti itu, maka hati harus dijaga dengan baik. Sebab, jika tidak dijaga, hati akan berubah menjadi <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amnan.wordpress.com&amp;blog=3536810&amp;post=122&amp;subd=amnan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh <strong>Arif Munandar Riswanto</strong></p>
<p>Hati dalam bahasa Arab disebut dengan al-qalb, yang berarti bolak-balik. Disebut demikian, karena hati adalah dunia abstrak (closed area), unik, dan berkembang (developmental). Hati gampang berubah, sukar dibaca, senantiasa berkembang, dan pasang-surut.</p>
<p>Karena memiliki sifat seperti itu, maka hati harus dijaga dengan baik. Sebab, jika tidak dijaga, hati akan berubah menjadi hati yang sakit (al-qalb al-maridh). Begitu banyak manusia yang memiliki pikiran cerdas, tetapi akhirnya menjadi orang hina hanya karena memiliki hati yang sakit.</p>
<p>Rasul bersabda, &quot;Dalam tubuh manusia ada segumpal daging, apabila ia baik, maka baik pula seluruh tubuhnya; dan jika ia rusak, maka rusak pula seluruh tubuhnya. Ketahuilah, itulah hati.&quot; (Al-Hadis).</p>
<p>Kecerdasan yang ada di dalam pikiran, bisa dikalahkan oleh kebusukan yang ada di dalam hati. Orang seperti itu biasanya akan marah pada kebenaran dan senang pada kebatilan. Dan, jika hal tersebut terjadi, maka itulah hati sedang sakit. Sama seperti anggota tubuh lainnya, hati yang sakit bisa dilihat dari tiga hal. Pertama, kemampuan indera yang ada di dalam hati akan hilang secara total. Hati seperti ini akan menjadi buta, tuli, bisu, dan lumpuh. Ia tidak bisa membedakan antara kebenaran, kesesatan, ketakwaan, kemaksiatan, dan lain sebagainya.</p>
<p>Kedua, kemampuan indera yang ada di dalam hati menjadi lemah. Padahal sebenarnya, kemampuan indera tersebut kuat. Sama seperti anggota tubuh lainnya, jika sedang dalam keadaan seperti ini, hati berarti butuh asupan gizi.</p>
<p>Ketiga, hati tidak bisa melihat sesuatu dalam bentuk yang sebenarnya. Seperti melihat kebenaran menjadi kesesatan, kesesatan menjadi kebenaran, merasakan manis menjadi pahit, dan pahit menjadi manis.</p>
<p>Lalu, bagaimana menjaga hati agar tetap sehat? Ibnul Qayyim menjelaskan, agar hati bisa tetap sehat, ia bisa dilakukan dengan tiga cara; menjaga kekuatan hati, melindungi hati dari hal-hal yang membahayakan, dan membuang zat-zat yang berbahaya bagi hati. Kekuatan hati bisa didapatkan dengan iman. Dan iman merupakan sumber kekuatan hati paling utama. Jika iman hilang, hati akan menjadi sakit.</p>
<p>Sedangkan untuk melindungi hati dari hal-hal yang membahayakan, bisa dilakukan dengan menjauhkan diri dari perbuatan dosa dan maksiat. Sebab, kedua hal ini yang dapat membuat hati menjadi sakit. Ia sama dengan racun yang jika dikonsumsi pasti akan membahayakan tubuh.</p>
<p>Terakhir, agar tetap sehat, zat-zat yang membahayakan hati harus dibuang. Dan, cara paling efektif untuk membuang zat-zat yang berbahaya tersebut adalah dengan tobat dan istighfar. Tobat dan istighfar adalah dua obat yang bisa membuang toksin di dalam hati. Ia bagaikan antibody yang bisa membuat hati tetap sehat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amnan.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amnan.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amnan.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amnan.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amnan.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amnan.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amnan.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amnan.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amnan.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amnan.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amnan.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amnan.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amnan.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amnan.wordpress.com/122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amnan.wordpress.com&amp;blog=3536810&amp;post=122&amp;subd=amnan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amnan.wordpress.com/2010/07/21/agar-hati-tetap-sehat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f35fa684fdaf6840f55d09cf3614dfc2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amnan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>: Kedalaman Makna Surat Al Ikhlash</title>
		<link>http://amnan.wordpress.com/2010/07/15/kedalaman-makna-surat-al-ikhlash/</link>
		<comments>http://amnan.wordpress.com/2010/07/15/kedalaman-makna-surat-al-ikhlash/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jul 2010 01:42:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amnan.wordpress.com/2010/07/15/kedalaman-makna-surat-al-ikhlash/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Mahmud Yunus Allah SWT berfirman: &#34;Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.&#34; (QS Al- Bayyinah [98]: 5). Dalam ayat lainnya: &#34;Luruskanlah mukamu (dirimu) pada setiap shalat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya.&#34; (QS Al-&#8217;Araf [7]: 29). Ahli tafsir menjelaskan, yang dimaksud dengan lurus <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amnan.wordpress.com&amp;blog=3536810&amp;post=121&amp;subd=amnan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Mahmud Yunus</p>
<p>Allah SWT berfirman: &quot;Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.&quot; (QS Al- Bayyinah [98]: 5). Dalam ayat lainnya: &quot;Luruskanlah mukamu (dirimu) pada setiap shalat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya.&quot; (QS Al-&#8217;Araf [7]: 29).</p>
<p>Ahli tafsir menjelaskan, yang dimaksud dengan lurus adalah menghindari perbuatan syirik (menyekutukan Allah SWT dalam segala bentuknya dan terhindar dari penyimpangan sekecil apa pun). Kewajiban menjaga keikhlasan dalam beribadah kepada Allah SWT ditegaskan berulang-ulang di dalam Alquran.</p>
<p>Bahkan, surah ke-112 dinamai dengan Al-Ikhlash (memurnikan keesaan Allah). Secara fisik surah Al-Ikhlash itu terdiri atas empat ayat pendek, namun kandungannya sangat panjang dan luar biasa.</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda, &quot;Membaca &#8216;Qul huwa Allahu ahad&#8217; pahalanya setara dengan membaca sepertiga Alquran.&quot; (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasa&#8217;I, Ibn Majah, Malik, Ahmad, Thabrani, Al-Bazzar, dan Abu &#8216;Ubaid).</p>
<p>Oleh karena itu, Saja&#8217; Al-Ghanawi RA mengatakan, &quot;Barang siapa membaca &#8216;Qul huwa Allahu ahad&#8217; tiga kali, maka ia seakan-akan membaca Alquran seluruhnya.&quot; Atau, sebagaimana diriwayatkan oleh Ahmad, bahwa Muadz ibn Anas RA berkata, &quot;Barangsiapa membaca &#8216;qul huwa Allahu ahad&#8217; sebelas kali, maka Allah (akan) membangunkan sebuah rumah untuknya di Surga.&quot;</p>
<p>Atau, seperti yang diriwayatkan Thabrani, bahwa Fairuz RA berkata, &quot;Barangsiapa membaca &#8216;Qul huwa Allahu ahad&#8217; seratus kali, di dalam shalat atau lainnya, maka ia dicatat oleh Allah sebagai orang yang terbebas dari siksa Neraka.&quot; Dan, masih ada beberapa riwayat yang lainnya. Namun, perlukah kita menghitung-hitung &quot;kebaikan&quot; atau &quot;ketaatan&quot; kita sendiri?</p>
<p>Menurut Ibn Sina sebagaimana dikutip Muhammad Quraish Shihab dalam salah satu karyanya, niat atau motivasi beribadah itu bertingkat-tingkat. Pertama, tipe pedagang (mengharap keuntungan). Kedua, tipe budak atau pelayan (takut terhadap majikannya).</p>
<p>Ketiga, tipe &#8216;arif (bersyukur atas segala yang diberikan Allah SWT kepadanya). Dan tipe lainnya dinamakan sebagai tipe robot (otomatis, tanpa pemikiran, tanpa pemahaman, dan tanpa penghayatan).</p>
<p>Tentu bijaksana, jika kita terbiasa melaksanakan ibadah menurut tipe &#8216;arif. Sebab, sebagaimana dijelaskan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya bahwa tidak sedikit amal (ibadat) yang dibatalkan atau dihapuskan pahalanya akibat niatnya tidak murni karena Allah SWT. Wallahu &#8216;alam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amnan.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amnan.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amnan.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amnan.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amnan.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amnan.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amnan.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amnan.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amnan.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amnan.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amnan.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amnan.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amnan.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amnan.wordpress.com/121/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amnan.wordpress.com&amp;blog=3536810&amp;post=121&amp;subd=amnan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amnan.wordpress.com/2010/07/15/kedalaman-makna-surat-al-ikhlash/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f35fa684fdaf6840f55d09cf3614dfc2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amnan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pedagang yang Tidak Jujur</title>
		<link>http://amnan.wordpress.com/2010/07/13/pedagang-yang-tidak-jujur/</link>
		<comments>http://amnan.wordpress.com/2010/07/13/pedagang-yang-tidak-jujur/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 12:59:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rustamprayitno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amnan.wordpress.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Tersebutlah kisah seorang bernama Buyung. Sudah kurang lebih dua tahun, dia mencari nafkah dengan ber dagang. Lumayan sekadar untuk menutup kebutuhan sehari-hari. Namun, tidak setiap hari dagangan Buyung itu laku. Segala sesuatu itu membutuhkan kesabaran. Pagi ini, Buyung ke rumah seorang saudagar kaya di kampungnya. Di sana, dia mengambil beberapa potong kain untuk dijual. Dengan <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amnan.wordpress.com&amp;blog=3536810&amp;post=119&amp;subd=amnan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tersebutlah <a href="http://mengerjakantugas.blogspot.com/search/label/Dongeng">kisah </a>seorang bernama</p>
<p>Buyung. Sudah kurang lebih dua tahun,</p>
<p>dia mencari nafkah dengan ber dagang.</p>
<p>Lumayan sekadar untuk menutup</p>
<p>kebutuhan sehari-hari. Namun, tidak setiap</p>
<p>hari dagangan Buyung itu laku. Segala</p>
<p>sesuatu itu membutuhkan kesabaran.</p>
<p>Pagi ini, Buyung ke rumah seorang</p>
<p>saudagar <a href="http://dahlanforum.wordpress.com/category/usaha/">kaya</a> di kampungnya. Di sana, dia</p>
<p>mengambil beberapa potong kain untuk</p>
<p>dijual. Dengan teliti, dia memilih kain yang</p>
<p>menurutnya bagus dan mudah laku.</p>
<p>”Tuan, saya berangkat,” kata Buyung</p>
<p>kepada saudagar kaya itu. Buyung</p>
<p>mulai berjalan menjajakan kain. Semua</p>
<p>kampung dia lewati. Namun, belum satu</p>
<p>pun kain terjual. Karena lelah dan lapar,</p>
<p>dia beristirahat di bawah sebuah pohon.</p>
<p>Ketika ber<a href="http://kuliahdi.blogspot.com/search/label/Psikologi">istirahat</a>, dia membuka satu per</p>
<p>satu lipatan kain dagangannya. Kemudian,</p>
<p>dia melipat kembali kain-kain itu sambil</p>
<p>me nyembunyikan sebagian kain di tempat lain. Dalam keadaan lelah, dia kembali ke</p>
<p>rumah saudagar itu.</p>
<p>“Mengapa sudah kembali dari</p>
<p>berdagang? Apakah daganganmu habis</p>
<p>terjual?” tanya saudagar.</p>
<p>“Dagangan saya memang laku</p>
<p>sebagian,” jawab Buyung pelan.</p>
<p>”Bagus kalau begitu, tetapi kenapa</p>
<p>cepat pulang?” tanya saudagar lagi.</p>
<p>”Beberapa kain di<a href="http://kuliahdi.blogspot.com/search/label/Psikologi">rampok</a> orang</p>
<p>jahat,” jawab Buyung sambil menyerahkan</p>
<p>sisa kain.</p>
<p>”Kasihan sekali kamu, Buyung!” ujar</p>
<p>saudagar sambil meneliti kain-kainnya.</p>
<p>Buyung pulang dengan hati girang.</p>
<p>Dalam hatinya dia berkata, betapa</p>
<p>mudahnya saudagar kaya itu dibohongi.</p>
<p>Setibanya di <a href="http://dahlanforum.wordpress.com/tag/industri/">rumah</a>, Buyung</p>
<p>menyimpan sisa kain itu di tempat yang</p>
<p>aman. Kepada istrinya, dia mengaku</p>
<p>telah dirampok.</p>
<p>Suatu hari, istri si Buyung menemukan</p>
<p>kain-kain lain yang disembunyikan oleh</p>
<p>Buyung. Ia merasa penasaran dengan</p>
<p>kain-kain itu.</p>
<p>Setelah sekian lama menyimpan</p>
<p>kain-kain milik saudagar itu, Buyung</p>
<p>tetap merasa gelisah. <a href="http://kuliahdi.blogspot.com/search/label/Psikologi">Takut</a> suatu ketika</p>
<p>ketahuan oleh saudagar. Ia pun tidak tahu</p>
<p>jika istrinya sudah tahu soal kain-kain itu.</p>
<p>Pada suatu hari, saudagar itu mengundang</p>
<p>penduduk kampung untuk</p>
<p>merayakan pesta. Buyung pun diundang.</p>
<p>Dalam pesta itu, saudagar mendekati</p>
<p>Buyung sambil berkata sopan, ”Aku tahu</p>
<p>orang yang telah merampok kain itu.”</p>
<p>Sikap sopan saudagar itu justru</p>
<p>membuat Buyung gugup.</p>
<p>”Itu wanita yang mengaku telah</p>
<p>menemukan kain yang dirampok,” lanjut</p>
<p>saudagar sambil menunjuk seorang</p>
<p>wanita, yang tiada lain istri Buyung.</p>
<p>”Bukankah wanita itu istrimu,</p>
<p>Buyung? Jadi, siapa yang me nyimpan</p>
<p>kain-kain itu di dalam rumahmu?” tanya</p>
<p><a href="http://dahlanforum.wordpress.com/category/usaha/">saudagar</a> lagi.</p>
<p>Buyung benar-benar tidak berkutik.</p>
<p>Kebohongannya ter bongkar begitu mudah.</p>
<p>Sebenarnya saudagar itu telah tahu sejak</p>
<p>awal sebab kain-kain yang dijualkan oleh</p>
<p>Buyung tidak terdapat tanda-tanda bekas</p>
<p>perampokan.</p>
<p>Wajah Buyung memerah. Semua</p>
<p>penduduk kampung menatap ke arahnya.</p>
<p>”Kali ini, aku memaaf kanmu. Jika</p>
<p>mengulang lagi perbuatan tercela itu, kamu</p>
<p>tahu sendiri akibatnya,” kata saudagar.</p>
<p>Buyung berlalu dari kerumunan sambil</p>
<p>menyesali perbuatan tidak <a href="http://kuliahdi.blogspot.com/search/label/Psikologi">jujur</a>nya.</p>
<p>Sumber: Majalah Kids Fantasi, Februari 2004</p>
<ul>
<li>Tentukanlah tokoh dan watak tokoh dalam cerita di atas.</li>
</ul>
<ul>
<li>Ceritakanlah kembali kisah ”Pedagang yang Tidak Jujur” yang telah kamu dengarkan. Catatlah terlebih dahulu di buku tulismu. Gunakanlah kata-katamu sendiri. Ingat, jangan sampai mengubah jalan ceritanya.</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amnan.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amnan.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amnan.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amnan.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amnan.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amnan.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amnan.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amnan.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amnan.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amnan.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amnan.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amnan.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amnan.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amnan.wordpress.com/119/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amnan.wordpress.com&amp;blog=3536810&amp;post=119&amp;subd=amnan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amnan.wordpress.com/2010/07/13/pedagang-yang-tidak-jujur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/83075f8c10c3fb3e381389b6e38b3dff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rustamprayitno</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>: Keseimbangan Dunia dan Akhirat</title>
		<link>http://amnan.wordpress.com/2010/07/13/keseimbangan-dunia-dan-akhirat/</link>
		<comments>http://amnan.wordpress.com/2010/07/13/keseimbangan-dunia-dan-akhirat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 01:53:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amnan.wordpress.com/2010/07/13/keseimbangan-dunia-dan-akhirat/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Nashr Akbar Kehidupan dunia bersifat fana dan semu. Kehidupan yang sesungguhnya adalah kehidupan setelah mati, yakni akhirat (QS Al-An&#8217;am: 33). Sayangnya, banyak manusia yang lupa atau bahkan melupakan diri. Mereka mengabaikan tujuan penciptaan manusia untuk beribadah kepada Allah (QS Adzdzariyat: 56). Perkembangan zaman yang semakin maju tidak diiringi oleh peningkatan iman kepada-Nya. Geliat perekonomian <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amnan.wordpress.com&amp;blog=3536810&amp;post=117&amp;subd=amnan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh</strong> Nashr Akbar</p>
<p>Kehidupan dunia bersifat fana dan semu. Kehidupan yang sesungguhnya adalah kehidupan setelah mati, yakni akhirat (QS Al-An&#8217;am: 33). Sayangnya, banyak manusia yang lupa atau bahkan melupakan diri. Mereka mengabaikan tujuan penciptaan manusia untuk beribadah kepada Allah (QS Adzdzariyat: 56).</p>
<p>Perkembangan zaman yang semakin maju tidak diiringi oleh peningkatan iman kepada-Nya. Geliat perekonomian yang semakin berkembang justru memalingkan perhatian manusia untuk lebih mencari harta, bahkan mendewakannya. Our God is dollar, itulah sekiranya yang mereka pahami.</p>
<p>Di lain sisi, terdapat sebagian kaum Muslim yang terjebak pada ibadah ritual semata dan cenderung meninggalkan perkara duniawi. Sepanjang hidupnya dihabiskan untuk beribadah dengan cara mengasingkan diri (uzlah) dari masyarakat dan berbagai cara lainnya.</p>
<p>Sesungguhnya, setiap Muslim hendaknya menyeimbangkan antara kehidupan duniawi dan ukhrawi. Allah SWT berfirman, &quot;Dan, carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.&quot; (Alqashash: 77).</p>
<p>Ayat di atas merupakan nasihat Nabi Musa terhadap Qarun, seorang kaya raya pada zaman Nabi Musa. Allah telah memberinya harta yang berlimpah ruah sehingga dibutuhkan beberapa orang kuat untuk mengangkat kunci-kunci gudang hartanya (QS Alqashash: 76). Namun, kekayaannya itu malah menjauhkan dirinya dari Allah. Ia sombong seraya menyatakan bahwa kekayaannya tersebut merupakan hasil kepandaiannya. Ia menyangka bahwa Allah memberinya segala kekayaan tersebut karena Allah mengetahui bahwa dia adalah pemilik harta tersebut (QS Alqashash: 78).</p>
<p>Nasihat di atas berseru kepada umat manusia untuk mencari kehidupan akhirat (surga) dengan menggunakan segala nikmat yang Allah berikan, baik berupa harta, waktu luang, masa muda, kesehatan, maupun umur yang panjang.</p>
<p>Dunia merupakan ladang akhirat. Siapa yang menanam kebaikan akan memanen kebaikan pula. Namun, Allah juga mengingatkan untuk tidak melalaikan kehidupan duniawi, seperti makan, minum, bekerja, dan memberi nafkah keluarga.</p>
<p>Ibnu Umar mengungkapkan, &quot;Bekerja keraslah untuk duniamu seakan-akan kamu hidup selamanya dan berbuatlah untuk akhiratmu seakan-akan kamu meninggal esok hari.&quot; Wallahu a&#8217;lam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amnan.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amnan.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amnan.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amnan.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amnan.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amnan.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amnan.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amnan.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amnan.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amnan.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amnan.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amnan.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amnan.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amnan.wordpress.com/117/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amnan.wordpress.com&amp;blog=3536810&amp;post=117&amp;subd=amnan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amnan.wordpress.com/2010/07/13/keseimbangan-dunia-dan-akhirat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f35fa684fdaf6840f55d09cf3614dfc2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amnan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>: Naskah Islam Indonesia</title>
		<link>http://amnan.wordpress.com/2010/07/08/naskah-islam-indonesia/</link>
		<comments>http://amnan.wordpress.com/2010/07/08/naskah-islam-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 07:52:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amnan.wordpress.com/2010/07/08/naskah-islam-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Azyumardi Azra Naskah Islam Indonesia merupakan salah satu warisan Islam yang tidak ternilai di nusantara. Naskah-naskah yang tersedia dalam berbagai bahasa dan aksara lokal di Indonesia dalam banyak segi mengungkapkan berbagai aspek Islam di kawasan ini, mulai dari yang bersifat sejarah sosial dan terutama lagi pemikiran dan intelektualisme Islam. Bahkan, hampir tidak mungkin mengenali <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amnan.wordpress.com&amp;blog=3536810&amp;post=116&amp;subd=amnan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: <strong>Azyumardi Azra</strong></p>
<p>Naskah Islam Indonesia merupakan salah satu warisan Islam yang tidak ternilai di nusantara. Naskah-naskah yang tersedia dalam berbagai bahasa dan aksara lokal di Indonesia dalam banyak segi mengungkapkan berbagai aspek Islam di kawasan ini, mulai dari yang bersifat sejarah sosial dan terutama lagi pemikiran dan intelektualisme Islam. Bahkan, hampir tidak mungkin mengenali dinamika pemikiran dan intelektualisme Islam, khususnya sejak masa awal Islam dan masa kolonial Belanda, tanpa penelitian dan pengkajian terhadap naskah.</p>
<p>Harus diakui, pengetahuan kita tentang pemikiran Islam pada masa-masa tersebut masih sangat minimal; masih banyak hal yang tidak ketahui daripada yang kita ketahui. Hal ini tidak lain karena kajian naskah-naskah Islam masih langka dilakukan para sarjana kita, terutama karena kesulitan-kesulitan metodologis dan teknis tertentu dalam menangani naskah secara benar. Tetapi, berkat berbagai perkembangan baru dalam ilmu filologi dan ilmu sejarah, kesulitan-kesulitan tersebut kian bisa diatasi; dan sebab itu, seharusnya tidak ada alasan lagi untuk tidak meneliti dan mengkaji naskah.</p>
<p>Sampai dua dasawarsa lampau, ilmu filologi dan ilmu sejarah khususnya sangat cenderung berdiri sendiri seolah tanpa kaitan satu sama lain. Filologi terpaku pada kerumitan teks-teks naskah tertentu, sehingga cenderung sangat teknis dan sempit. Sementara sejarah lebih terpaku pada arsip dan dokumen, sehingga menjadi sangat kering, naratif, dan ensiklopedik. Keadaan ini tentu saja tidak menguntungkan, khususnya menyangkut kajian sejarah sosial dan intelektual Islam nusantara. Dengan penguatan hubungan dan ketergantungan lintas disiplin, ilmu filologi dan ilmu sejarah bergandengan tangan dalam penelitian naskah.</p>
<p>Sekali lagi, naskah-naskah Islam sangat penting dalam rekonstruksi sejarah sosial dan intelektual Islam nusantara. Pentingnya naskah (bahasa Arab makhthutat) tersebut kian disadari banyak pihak, khususnya Pusat Penelitian Pengembangan Lektur Keagamaan, Badan Litbang Ditlat, Kementerian Agama. Hal ini terlihat bukan hanya dari inventarisasi dan digitalisasi naskah-naskah dalam beberapa tahun terakhir, tetapi juga dengan memperkenalkan Program S2 dan S3 filologi Islam pada Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta. Peminat kajian filologi naskah Islam ini cukup besar; beberapa mahasiswa Universitas al-Azhar yang bertemu dengan saya, juga menyatakan hasrat besar mereka untuk mengambil gelar MA dan doktor dalam bidang ini.</p>
<p>Selain itu, Badan Litbang-Diklat Kemenag juga menyelenggarakan sosialisasi berbagai aspek pernaskahan melalui berbagai seminar dan lokakarya. Dalam pekan terakhir Juni dan awal Juli 2010, saya terlibat sebagai pembicara pada dua seminar besar yang diselenggarakan Badan Litbang-Diklat Kemenag untuk membahas posisi naskah-naskah dalam penguatan Kajian Islam Indonesia. Saya juga menemukan antusiasme yang tinggi dari audiens terhadap naskah-naskah Islam nusantara.</p>
<p>Sejumlah kalangan boleh jadi beranggapan, naskah hanya peninggalan lama-merupakan bagian dari sejarah masa silam, yang tidak lagi signifikan dan bahkan tidak lagi menjadi tradisi kalangan ulama Indonesia. Tetapi, penelitian dan inventarisasi yang dilakukan Dr Oman Fathurahman, ketua umum Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa), menemukan masih sangat banyak naskah Islam Indonesia. Tidak kurang pentingnya, ia juga menemukan, proses reproduksi dan produksi naskah-naskah terus berlanjut sampai kini. Di samping naskah-naskah lama, juga terdapat naskah-naskah baru yang ditulis kalangan ulama &#8216;tradisional&#8217;.</p>
<p>Tetapi juga bukan rahasia lagi, terdapat kalangan negara asing yang sangat agresif dalam usaha memiliki naskah-naskah Islam Indonesia dengan menawarkan &#8216;ganti rugi&#8217;, atau harga menggiurkan. Berbagai lembaga Indonesia, tidak memiliki anggaran memadai untuk &#8216;menandingi&#8217; agresivitas kalangan luar tersebut, sehingga hanya bisa mengurut dada menyaksikan berpindah tangannya naskah-naskah warisan Islam Indonesia. Karena itu, sudah saatnya pemerintah memberikan perhatian lebih besar terhadap perlindungan kekayaan Islam Indonesia, yang jika &#8216;hilang&#8217; atau &#8216;berpindah tangan&#8217;, tidak bisa diperoleh kembali.</p>
<p>Jika tidak, bakal kian banyak naskah Islam Indonesia yang mengalir ke luar negeri. Hasilnya, bukan tidak mungkin pada waktu yang tidak terlalu lama lagi, para peneliti Indonesia sendiri harus pergi ke negara tersebut untuk meneliti naskah-naskah warisan intelektualisme Islam di Tanah Airnya sendiri. Hal ini tentu saja merupakan hal yang sangat memprihatinkan dan ironis. Seharusnya, kalangan luar yang datang ke Indonesia untuk mengkaji dinamika intelektualisme Islam di negeri ini; bukan sebaliknya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amnan.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amnan.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amnan.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amnan.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amnan.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amnan.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amnan.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amnan.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amnan.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amnan.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amnan.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amnan.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amnan.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amnan.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amnan.wordpress.com&amp;blog=3536810&amp;post=116&amp;subd=amnan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amnan.wordpress.com/2010/07/08/naskah-islam-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f35fa684fdaf6840f55d09cf3614dfc2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amnan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
