Agama Islam

Belajar Agama Islam

Nasikh dan Mansukh

Ditulis oleh dahlanforum di/pada 22 April 2008

Nasikh dan mansukh dalam Ajaran Allah itu memang ada. Sangat jelas bila mengerti fiqhul Quran.
Karena Allah menyesuaikan aturan-Nya dengan kondisi. Sebagai contoh kontrasnya adalah syariat pernikahan pada jaman nabi Adam dengan jaman nabi Musa, nabi Muhammad. Tentu berbeda.
Pada waktu selama nabi Muhammad menerima wahyu juga terjadi hal ini beberapa kali. Karena menyesuaikan umat pada waktu itu. Kita perlu mengetahui hal ini agar kita bisa menerapkan dengan tepat. Kebanyakan yang terakhir memang yang dipakai, tapi terkadang juga menyesuaikan keadaan. Misalnya perintah banyak sedekah jangan dijadikan dalil jika kita miskin. Demikian juga jika kita bukan orang miskin, tidak pantas menerapkan perintah berusaha dan bersabar pada orang miskin.

Allah telah memberikan ayat-ayat-Nya dalam Quran dengan sangat teliti sehingga tidak ada kalimat yang bertentangan, tapi saling melengkapi dan menjelaskan termasuk beberapa kalimat yang diulang. Bahkan untuk perintah yang prosesnya bertahap, setiap ayatnya tidak bertentang satu sama lain.
Salah satu larangan secara bertahap adalah minum minuman keras.
1), mudaratnya lebih besar dari manfaatnya, tapi tidak ada dikatakan masih boleh:
Q.2:219. Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.”
2), setiap shalat jangan dalam keadaan mabuk, tapi tidak ada kata-kata diluar shalat boleh, sehingga setiap ayat ini bisa berlaku sepanjang jaman, bukan saat itu saja, dimana bangsa Arab yang terkenal pemabuk masih sangat berat untuk meninggalkan minuman keras kala itu.
Q.4:43. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi.
3), minum minuman keras haram, perbuatan syaitan yang harus dijauhi.
Q.5: 90. Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.
91. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).
Ini hanya contoh saja. Jika ada satu perintah atau larangan yang bertahap seperti ini, seperti juga shalat malam yang disunahkan oleh Allah, hukuman orang yang berzina, atau hal lain, mari kita pelajari bersama dengan tidak terburu-buru berolok-olok. Maha benar Allah dengan segala firman-Nya, yang membuat satu perintah dan larangan secara bertahap, tapi tidak ada pertentangan dalam kalimat-kalimatnya, kecuali saling melengkapi dan menjelaskan.

Atau dengan keterangan pada ayat tersebut, sampai Allah memberi jalan lain, lalu ada ayat yang melengkapi ayat tersebut untuk kasus yang sama. Tapi biasanya ayat pertama masih bisa diterapkan sesuai dengan keputusan hakim, misalnya hukuman bagi perbuatan keji dan zina.

Wallahu ‘alam

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>