Kesahihan Hadist
Ditulis oleh dahlanforum di/pada 22 April 2008
Catatan dalam kitab hadist itu biasanya begini: Ini saya ambil dari kitab Sahinya Imam Bukhari:
telah meriwayatkan kepada kami Qutaibah bin Sa’id; telah meriwayatkan kepada kami Ya’qub bin ‘Abdurrahman bin Muhammad bin ‘Abdullah bin ‘Abadul Qari dari Abu Hazim, ia berkata: telah memberi kabar kepadaku Sahal ra, alias Ibn Sa’ad, ia berkata; bahwa telah bersabda Rasulullah saw …
Jadi Imam Bukhari dari Qutaibah dan lain lain, Qutaibah dari Ya’qub dan lain-lain dan seterusnya hingga Rasulullah saw. Para ulama tersebut menghapal perkataan-perkataan Rasulullah seperti yang diajarkan oleh guru-guru mereka. Dan Imam Bukhari tidak mengambil satu sanat (perawi hadist) tapi berbagi sumber. Kemudian para pengkritisi hadist ini memeriksa semua sanad sekaligus juga matan-nya.
Hadits mutawatir mempunyai empat syarat yaitu:
[1]. Rawi-rawinya tsiqat dan mengerti terhadap apa yang dikabarkan dan (menyampaikannya) dengan kalimat pasti.
[2]. Sandaran penyampaian kepada sesuatu yang konkret, seperti penyaksian atau mendengar langsung, seperti:
“sami’tu” = aku mendengar
“sami’na” = kami mendengar
“roaitu” = aku melihat
“roainaa” = kami melihat
[3]. Bilangan (jumlah) mereka banyak, mustahil menurut adat mereka berdusta.
[4]. Bilangan yang banyak ini tetap demikian dari mulai awal sanad, pertengahan sampai akhir sanad, rawi yang meriwayatkannya minimal 10 orang
Lalu ada lagi kelompok hadist:
Hadits ahad ialah hadits yang derajatnya tidak sampai ke derajat mutawatir. Hadits-hadits ahad terbagi menjadi tiga macam.
[a]. Hadits masyhur, yaitu hadits yang diriwayatkan dengan 3 sanad.
{b}. Hadits ‘aziz, yaitu hadits yang diriwayatkan dengan 2 sanad.
[c]. Hadits gharib, yaitu hadits yang diriwayatkan dengan 1 sanad.
Klasifikasi hadits menurut dapat (diterima) atau ditolaknya hadits sebagai hujjah (dasar hukum) adalah:
1. Hadits Shohih, adalah hadits yang diriwayatkan oleh rawi yang adil, sempurna ingatan, sanadnya bersambung, tidak ber illat dan tidak janggal. Illat hadits yang dimaksud adalah suatu penyakit yang samar-samar yang dapat menodai keshohihan suatu hadits.
2. Hadits Makbul adalah hadits-hadits yang mempunyai sifat-sifat yang dapat diterima sebagai Hujjah. Yang termasuk hadits makbul adalah Hadits Shohih dan Hadits Hasan.
3. Hadits Hasan adalah hadits yang diriwayatkan oleh Rawi yang adil, tapi tidak begitu kuat ingatannya (hafalan), bersambung sanadnya, dan tidak terdapat illat serta kejanggalan pada matannya. Hadits Hasan termasuk hadits yang Makbul, biasanya dibuat hujjah buat sesuatu hal yang tidak terlalu berat atau terlalu penting.
4. Hadits Dhoif adalah hadits yang kehilangan satu syarat atau lebih dari syarat-syarat hadits shohih atau hadits hasan. Hadits Dhoif banyak macam ragamnya dan mempunyai perbedaan derajat satu sama lain, disebabkan banyak atau sedikitnya syarat-syarat hadits shohih atau hasan yang tidak dipenuhinya.
Saya kasih contoh Imam Bukhari lagi:
Bersama gurunya Syekh Ishaq, beliau menghimpun hadits-hadits shahih dalam satu kitab, dimana dari satu juta hadits yang diriwayatkan oleh 80.000 perawi disaring lagi menjadi 7275 hadits. Diantara guru-guru beliau dalam memperoleh hadits dan ilmu hadits antara lain adalah Ali bin Al Madini, Ahmad bin Hanbali, Yahya bin Ma’in, Muhammad bin Yusuf Al Faryabi, Maki bin Ibrahim Al Bakhi, Muhammad bin Yusuf al Baykandi dan Ibnu Rahwahih. Selain itu ada 289 ahli hadits yang haditsnya dikutip dalam kitab Shahih-nya.
Tentu kita berterima kasih pada para ulama salaf itu, karena dengan kaidah penulisan berita-nya yang ilmiah itu kita bisa mendapatkan pelajaran yang jelas dan meyakinkan dari Rasulullah saw, selain AlQuran.
Dan dengan klasifikasi dan usaha yang besar dari ahli hadits tersebut, kita bisa membandingkan kesahihan suatu sumber ajaran.



getdesk berkata
apakah hadist ini sahih?
Dari Abdurrahman bin Auf ra Berkata Rasulullah saw bersabda :” Abu Bakar , Umar, Utsman, Ali, Tholhah, Zubair, Abdurrahman bin Auf , Sa’ad bin Waqqash, Sa’ad bin Zaid dan Abu Ubaidah bin jarroh, mereka semua pasti masuk syurga (HR al-Tirmidzi)